Nasional Bola

Manfaat yang Bisa Didapat Bhayangkara FC dari Ilija Spasojević

Ilija Spasojević
Kredit: Instagram Ilija Spasojević

Tiga skema untuk Spasojević

Spaso pasti sudah tak asing lagi dengan iklim sepak bola Indonesia. Ini menjadi keuntungan bagi Bhayangkara FC karena sang penggawa anyar tak perlu banyak beradaptasi dengan tempo permainan yang cepat dan keras ala Liga Indonesia.

Akan tetapi, perlu digarisbawahi, bahwa tak perlu banyak beradaptasi bukan berarti tak perlu beradaptasi sama sekali. Go-Jek Traveloka Liga 1 sudah sangat berbeda dengan Indonesia Super League yang ia tinggalkan 1,5 tahun yang lalu. Walau tempo pertandingan dan tradisi adu badan masih tetap dipertahankan, Spaso akan menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat.

Ia akan bertemu dengan dahsyatnya serangan Madura United, kokohnya pertahanan Persija Jakarta, kompaknya para pemain Bali United, hingga cakaran Beruang Madu, Persiba Balikpapan, yang terus berjuang naik dari zona degradasi.

Di timnya yang baru ini, ia juga perlu menyesuaikan gaya bermain dengan pola permainan Bhayangkara FC. Menurut saya, setidaknya ada tiga hal yang bisa dimanfaatkan klub yang bermarkas di Stadion Patriot Chandrabhaga ini dari seorang Spasojević.

Pertama, Spaso akan menjadi pengganti yang tepat bagi Furtuoso. Dengan tinggi badan yang tak jauh berbeda dengan penyerang berwajah chubby itu, Bhayangkara FC dapat mengambil keuntungan dari bola-bola udara. Postur Spaso yang mencapai 187 sentimeter dapat digunakan sebagai sasaran umpan lambung, entah untuk dikonversi menjadi gol maupun dipantulkan ke pemain lain.

Kedua, badan tinggi tegap yang dimiliki Spaso dapat digunakan untuk menahan bola saat menunggu rekan-rekannya naik membantu serangan. Saya yakin skema ini tak akan sulit dilakukan Spaso, karena Bhayangkara FC dihuni para pelari cepat di sisi sayap. Dari Ilham Udin Armaiyn, Alsan Sanda, hingga Dendy Sulistyawan, mereka semua adalah tipikal speedster yang cepat naik membantu serangan.

Ketiga, jika Simon McMenemy ingin meningkatkan daya serang timnya, Spaso dapat diduetkan dengan Guy Junior untuk membentuk duet yang saling melengkapi. Tipikal Guy yang lebih senang mengejar umpan terobosan dapat dimanfaatkan untuk menarik pemain belakang lawan dan akan melonggarkan pengawalan pada Spaso. Spaso juga dapat melengkapi kekurangan Guy yang kurang baik dalam melakukan duel udara.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan Simon McMenemy terkait penyerang barunya ini, yaitu faktor kepercayaan diri. Meski mempunyai reputasi bagus di Indonesia, dalam enam bulan terakhir ia tidak berada di performa terbaiknya. Hal ini dapat memengaruhi mental bertanding Spaso, walau kondisi fisiknya sudah segar bugar.

Bhayangkara FC akan menjalani enam partai tandang berat di putaran kedua. Perseru Serui, Semen Padang, Persib Bandung, Barito Putera, Madura United dan Mitra Kukar adalah kesebelasan yang sangat sulit ditaklukkan di kandang mereka. Ketajaman Spaso akan sangat dibutuhkan Bhayangkara FC guna mempertahankan posisi mereka di papan atas.

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.