
Hanya melawan tim gurem dan dinaungi keberuntungan
Sebelumnya, saya mohon maaf apabila merusak euforia treble winners yang didapat Arsenal di pra-musim, tetapi rekor sembilan pertandingan tak terkalahkan di Wembley menurut saya adalah rekor konyol.
Para pembaca sekalian bisa melihat daftar lawan yang dihadapi Per Mertesacker dan kawan-kawan di sembilan laga tersebut. Wigan Athletic, Hull City, Reading, dan Aston Villa bukan klub-klub yang layak disebut ‘lawan’, tapi lebih pantas disebut shooting practice, meminjam kalimat Jon Champion di gim Pro Evolution Soccer.
Bagaimana dengan Manchester City dan Chelsea? Arsenal dua kali mengangkangi The Citizens saat bersua di Community Shield 2014 dan semifinal Piala FA 2017, lalu membuat Chelsea bertekuk lutut dua kali di Community Shield dan sekali di final Piala FA 2017. Akan tetapi, keduanya bukan kemenangan yang membanggakan. Apa sebabnya?
Di tahun 2017, Arsenal melangkah ke final Piala FA berkat keputusan kontroversial yang menganulir gol Raheem Sterling. Wasit menyatakan bahwa bola telah keluar lapangan ketika Leroy Sane mengirim umpan silang. Padahal, di tayangan ulang terlihat kalau bola belum sepenuhnya keluar dari garis tepi. Apabila saat itu gol disahkan, City dapat unggul 2-0 dan mental Arsenal kemungkinan akan turun yang dapat membuat mereka kesulitan membaikkan keadaan.
Begitu pula dengan gelar Piala FA ke-13 Arsenal yang terbantu dengan kontroversi gol Alexis Sanchez. Wasit Anthony Taylor tidak mengindahkan bendera yang sudah diangkat hakim garis, menandakan kalau Aaron Ramsey terperangkap offside. Alexis sendiri juga dicurigai melakukan handball sebelum merangsek ke kotak penalti The Blues.
Kemudian dua trofi Community Shield yang didapat setelah menundukkan City dan Chelsea lebih tepat dikategorikan sebagai laga pemanasan untuk memperkenalkan pemain baru di pertandingan resmi, bukan laga big match yang biasanya diikuti dengan tensi tinggi.
Well, para Gooners mungkin tidak akan terima dengan pendapat ini, segala macam pembelaan pasti akan keluar, tapi itu faktanya sedemikian adanya. Terima saja seperti kalian menerima siklus kehidupan yang bagaikan roda pedati. Kadang di atas, kadang di bawah dan siklus itu diterapkan dengan sangat baik oleh Arsenal.
Setelah treble winners ini, mereka akan ngebut hingga akhir tahun, mendapat badai cedera, mengalami penurunan performa setelah paruh musim dan kembali mengubur impian menjadi kampiun Liga Primer Inggris. Begitu saja terus sampai lagu Eta Terangkanlah masuk di tangga lagu MTV Asia.
Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.