Nasional Bola

Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia

Penyerang

Ilija Spasojevic
Kredit: Ilija Spasojevic Twitter

Ilija Spasojević

Meski keberadaannya tak bertahan lama dan mengundang kontroversi, kita patut berterima kasih pada kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), karena dari ajang itu muncul pemain-pemain asing berkualitas seperti Deniss Romanovs, Otavio Dutra dan penyerang asal Montenegro yang menjadi idola Bobotoh dan The Macz Man, Ilija Spasojević.

Nama penyerang jangkung setinggi 187 sentimeter ini pertama kali dikenal khalayak sepak bola nasional saat memperkuat Bali Devata di LPI 2011. Berkat ketajamannya, ia kemudian diangkut PSM Makassar setelah LPI diberhentikan dan mencetak 19 gol dari 29 penampilan. Spaso, nama akrabnya, kemudian mengukuhkan namanya sebagai idola baru di Mattoanging.

Usai berkiprah di Makassar, pemain yang pernah diicar Brescia ini melajukan perantauannya ke Kalimantan, membela Mitra Kukar dan Putra Samarinda, sebelum membawa Persib juara Piala Presiden 2015.

Dejan Gluščević

Ia langsung menjadi pusat perhatian saat keran pemain asing Liga Indonesia dibuka pada musim 1994/1995. Dari Pelita Jaya hingga Mastrans Bandung Raya, Gluščević tampil sangat tajam. Di klub yang disebutkan terakhir, ia mencetak 30 gol dari 33 penampilan dan membawa timnya menjadi yang terbaik di Liga Indonesia 1995/1996.

Kisah Gluščević merupakan salah satu dongeng terbaik tentang kesuksesan penyerang Eropa Timur di Liga Indonesia. Bulan Mei lalu, ia ditunjuk sebagai pelatih timnas U-20 Vanuatu, negara yang bernaung di bawah bendera OFC (Oceania Football Confederation).

Eropa Timur

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.