
Piala Dunia 1970, pengaruh global Brasil
Bertempat di Meksiko, Piala Dunia 1970 seakan jadi panggung supremasi Brasil di jagat sepak bola. Sejak fase awal, Selecao yang berada satu grup dengan juara bertahan, Inggris, tak terbendung lajunyaa. Diperkuat deretan nama mulai dari Carlos Alberto, Rivellino, Tostao, Jairzinho, hingga tentunya Pele, Brasil tampil superior dan selalu menang hingga akhirnya menantang Italia di partai final. Kala itu kedua tim sama-sama mengoleksi dua trofi Piala Dunia dan punya kekuatan berimbang.
Apa daya, Gli Azzurri dipermak Brasil dengan skor telak 4-1. Sempat membalas gol cepat Pele lewat aksi Roberto Bonisegna, Italia tak kuasa menahan tarian indah di lapangan sepak bola yang diperagakan anak asuh Mario Zagallo itu. Brasil akhirnya sukses merengkuh titel Piala Dunia ketiga lewat permainan cantik, 21 Juni 1970 di Estadio Azteca, Mexico City. Sekitar 28 ribu kilometer ke arah timur atau tepatnya di ibu kota Prancis, Paris, sepak bola juga tengah menggeliat.
Berselang 52 hari dari kejayaan Brasil di Meksiko, persisnya 12 Agustus 1970, resmi berdiri sebuah klub hasil merger Paris FC dan Stade Saint-Germain. Nama Paris Saint-Germain akhirnya dipilih untuk identitas klub tersebut. Brasil yang kala itu jadi tim paling superior sejagat dengan permainan indahnya, praktis jadi kiblat kesebelasan manapun, termasuk PSG yang baru dibentuk dan tengah mencari jati diri.
Tak main-main, Les Parisiens yang baru merayakan satu tahun berdirinya klub, sukses menggaet penggawa Selecao di Piala Dunia 1970, Joel Camargo. Meski hanya bertahan semusim dan mencatatkan dua penampilan, kehadiran Camargo menjadi tonggak awal sejarah kentalnya aroma Brasil di PSG.
Seiring berjalannya waktu, pemain asal Negeri Samba datang silih berganti ke Parc des Princes dan tentunya, memberikan beragam cerita untuk Les Parisiens. Hingga teranyar, Neymar, total sudah ada 31 pesepak bola asal Brasil yang memperkuat klub asal ibu kota Prancis itu. Lebih dari itu, Brasil jadi negara kedua penyumbang pemain terbanyak sepanjang sejarah PSG selain tentunya Prancis.