
Gabung PSG karena uang?
Uang memang penting (walau jangan sampai kita mendewakan uang). Setiap orang berhak mencari kehidupan yang lebih baik, termasuk pesepak bola. Mungkin terdengar aneh juga, ya. Gaji sudah tinggi, terus masih cari lagi yang selangit? Mau sampai kapan?
PSG memang terkenal dengan keberanian mengeluarkan uang secara hebat-hebatan di bursa transfer sejak dibeli konsorsium Qatar. Mereka membeli pemain-pemain selevel Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Angel Di Maria, Julian Draxler dan terakhir Dani Alves serta Neymar resmi diangkut ke Paris.
Tudingan pun mengarah ke Neymar seolah-olah dirinya pindah ke Prancis karena uang. Hal ini segera dibantahnya. Pemain dengan aksi gocekannya yang memukau ini menyayangkan bahwa banyak orang kerap menudingnya mata duitan. Neymar mengatakan bahwa dirinya ingin tantangan, bukan semata-mata uang. Lagipula, kalau memang mereka bermain karena uang yang besar, salahnya di mana, ya?
Gaji standar pesepak bola itu berapa?
Menurut penelitian, gaji pesepak bola normalnya mencapai 75 ribu paun, setara dengan bayaran para dokter yang paling terkenal. Tetapi, kita tahu sendiri bukan bahwa gaji pesepak bola dunia umumnya berapa saat ini? Sebagai contoh, pemain biasa saja seperti Jesse Lingard saja digaji 100 ribu paun per pekan.
Soal biaya transfer yang naiknya lebih dari harga pangan memang sudah pernah disinggung. Bahkan, pelatih seperti Jose Mourinho juga berpendapat bahwa biaya transfer sudah di luar akal sehat. Hal ini juga membuat asosiasi pesepak bola profesional, FIFPro, bereaksi. Mereka mendesak FIFA menyelidiki aktivitas transfer yang didominasi klub-klub kaya seperti PSG atau Manchester City. Bahkan, FIFPro memprotes urusan transfer ini sejak 2015.
Lalu, apakah FIFA akan bereaksi dengan transfer Neymar? Mengingat respons Sheikh Nasser yang menegaskan bahwa PSG tak melanggar aturan apapun saat memboyong Neymar, sejatinya masalah ini tak sampai membuat Les Parisiens jadi pesakitan di mata hukum.
Author: Yasmeen Rasidi (@melatee2512)