Kegagalan Ketiga
Dua kali gagal di partai final tentu menyakitkan bagi siapapun, apalagi untuk pemain fenomenal seperti Messi dan rekan-rekannya di timnas Argentina. Maka dari itu, keikutsertaan mereka di Copa America Centenario 2016 berujung pada keinginan menyudahi derita tersebut. Ajang ini sendiri digelar asosiasi sepak bola Amerika Selatan (CONMEBOL), sebagai perayaan dari usia seabad mereka dan juga turnamen antarnegara paling bergengsi di wilayah Amerika Selatan itu.
Tak seperti biasanya, turnamen ini untuk kali pertama dihelat di luar wilayah Amerika Selatan. Negeri Paman Sam, Amerika Serikat, didapuk sebagai tempat tuan rumah setelah pihak CONMEBOL menjalin kesepakatan dengan asosiasi sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia (CONCACAF).
Argentina yang masih dibesut Martino tampil brilian sejak babak penyisihan grup dengan mencatat rekor sempurna, tiga kali menang. Hal tersebut kembali berlanjut di perempat-final dan semifinal. Ada banyak gol yang tercipta dari kaki serta kepala Messi dan kawan-kawan. Wajar apabila La Albiceleste dijadikan unggulan juara untuk kali kesekian. Usaha untuk menyudahi kesialan setelah dua kali tumbang di babak final kejuaraan prestisius pun menyeruak.
Di tengah semangat yang membara itu, hadirlah timnas Cile yang siap meluluhlantakkan harapan dan mimpi Argentina. Partai ulangan final di Copa America 2015 kembali terulang di Copa America Centenario 2016. Dan pada tanggal 26 Juli 2016, serta mengambil tempat di Stadion MetLife, Cile sukses membendung kekuatan Messi dan kawan-kawan untuk kedua kalinya.
Bagaikan replikasi partai final di tahun 2015, selama 120 menit laga, tak ada satu pun kubu yang mampu menceploskan gol. Alhasil, adu penalti menjadi satu-satunya jalan mencari pemenang. Dan pada momen ini juga, lahirlah sebuah kejadian yang takkan pernah bisa dilupakan Messi dan para suporternya di sepanjang hidup mereka.
https://www.youtube.com/watch?v=2qC4q9FUX64
Alih-alih membuka skor untuk keunggulan Argentina, sepakan kaki kiri Messi justru melambung jauh di atas gawang Cile yang dikawal rekan setimnya di Barcelona, Claudio Bravo. La Albiceleste pun akhirnya harus menerima kekalahan dengan skor 2-4 sekaligus pulang dengan tangan hampa secara beruntun untuk ketiga kalinya.
Dipuja sebagai salah satu dari dua pesepak bola, bareng Cristiano Ronaldo, yang punya level berbeda, Messi menampakkan sisi humanisnya malam itu dengan menangis tersedu-sedu. Gagal sebanyak tiga kali walau selalu masuk ke babak final di tiga ajang prestisius yang diikuti sudah pasti membuat siapapun galau akut. Dan malam itu jadi momen yang begitu kelam bagi Argentina dan megabintangnya, Lionel Andres Messi.
Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional