
Pencarian panjang
Nama pertama yang digadang-gadang menggantikan Riise adalah Fábio Aurélio. Pemain Brasil pertama di Anfield sempat menunjukkan performa gemilangnya, salah satunya berkat gol freekick pada kemenangan telak 4-1 Liverpool di kandang Manchester United musim 2008/2009.
Namun, cedera kerap mengganggunya hingga akhirnya dilepas secara gratis ke Gremio. Nasib tak jauh berbeda juga dialami pelapisnya yang berstatus juara Piala Dunia U-20 bersama Argentina, Emiliano Insúa.
Awal musim 2008/2009, Liverpool mendatangkan Andrea Dossena dari Udinese dan pemain yang bisa ditempatkan sebagai fullback kanan maupun kiri, Philipp Degen. Sayangnya baik Dossena dan Degen, lebih sering berurusan dengan cedera dan berujung inkonsistensi permainan. Dossena bahkan ditebus Napoli musim setelahnya.
Periode yang bisa disebut paling kelam pada posisi bek kiri Liverpool, mungkin terjadi saat era manajerial Roy Hodgson. Secara mengejutkan dia mendatangkan Paul Konchesky dari Fulham. Setelahnya, dia lebih banyak jadi sasaran kemarahan dan olok-olok suporter akibat penampilan yang jauh dari kata mengesankan. Konchesky hanya bertahan setengah musim sebelum dipinjamkan ke Nottingham Forest dan pindah permanen ke Leicester City.
Pencarian berlanjut pada awal musim 2011/2012 yang ditandai dengan perekrutan José Enrique dari Newcastle United. Penampilan solid bersama The Magpies membuat manajer Kenny Dalglish kepincut merekrutnya. Pada musim perdananya, Enrique memang tampil lumayan bagus dan dikenal berkat stamina yang luar biasa. Ironisnya itu tak bertahan lama dan dia akhirnya lebih dikenang sebagai pemain yang sangat aktif di media sosial ketimbang di atas lapangan.
Posisi bek kiri Liverpool juga sempat dipegang pemain muda seperti Jack Robinson dan Tiago Ilori, tapi tak bertahan lama. Saat Liverpool hampir juara Liga Primer 2013/2014, pos fullback kiri juga dipegang pemain muda, Jon Flanagan. Penampilannya tergolong heroik dan luar biasa, sampai cedera akhirnya membuat dia berhenti memukau suporter dan belum lagi menunjukkan performa seperti dahulu.
Hingga akhirnya musim 2014/2015, The Reds mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Alberto Moreno dari klub juara Liga Europa, Sevilla. Moreno yang punya teknik dan akurasi umpan silang bagus, langsung jadi andalan manajer kala itu, Brendan Rodgers. Dia juga tetap jadi andalan meski Rodgers angkat kaki dari Anfield dan digantikan Klopp.
Sayangnya, kesalahan fatal saat final Liga Europa di musim perdananya, yang kebetulan menghadapi mantan timnya, Sevilla, mengubah peruntungan Moreno di Liverpool.
