
Asa yang tak berlebihan
Ini diperparah dengan inkonsistensi permainan Moreno saat dipercaya tampil. Alhasil, Milner jadi bek kiri darurat yang bertahan hingga akhir musim 2016/2017. Kini, tak ada sebutan seperti itu setelah kehadiran Robertson yang digadang-gadang langsung jadi pilihan utama Klopp, dengan menyisakan tanda tanya besar pada masa depan Moreno di Anfield. Pantaskah Robertson menggantikan Moreno dan jadi jawaban pencarian panjang Liverpool di posisi bek kiri?
Jawabannya bisa ya dan tidak, mengacu pada proses adaptasi Robertson di kubu The Reds. Nada sumbang juga muncul saat tahu bahwa pemain timnas Skotlandia ini hanya berasal dari Hull City yang pada Liga Primer 2016/2017 harus terdegradasi. Namun, di balik hasil buruk tersebut, Robertson merupakan bek dengan penampilan terbaik dan terbanyak di The Tigers. Soal atribut defensif, dia hanya kalah dari Harry Maguire.

Bagaimana jika dibandingkan dengan Moreno? Lewat statistik per laga via WhoScored sepanjang Liga Primer 2016/2017, Robertson unggul telak. Lewat atribut tekel, intersep, sapuan bola, blok, sampai duel udara, dia terus mengangkangi perolehan Moreno. Bahkan ada yang angkanya menyentuh dua kali lipat. Pada intersep dan blok, Robertson juga unggul dibandingkan dengan Milner. Akurasi umpan pemain yang akan mengenakan nomor 26 di Liverpool itu juga di atas rata-rata.
Robertson punya segalanya untuk menempati pos bek kiri utama Liverpool musim depan, tapi jadi salah satu yang terbaik sekaligus akhir pencarian klub, perjalanannya masih panjang. Terpenting jangan terlalu banyak beban yang dipikulnya. Biarkan Andy beradaptasi dan berkembang pada usia muda, sebelum menjelma jadi salah satu bintang The Reds di masa mendatang.
Author: Perdana Nugroho
Penulis bisa ditemui di akun Twitter @harnugroho