Kolom

Menyelisik Klaim Transfer 222 Juta Euro untuk Neymar

Neymar

Tapi….

Dalam salah satu wawancara yang pernah dikutip Squawka, Neymar pernah berujar bahwa musim 2017/2018 akan menjadi musim penentuan bagi karier sang pemain. Neymar bahkan mengulang kata “musim yang menentukan” sebanyak dua kali dalam wawancaranya kepada media kala itu. Dan itu baru beberapa minggu yang lalu. Rentang waktu yang tak cukup lama.

Ini mungkin, menurut asumsi saya pribadi, efek dari gerak manajemen Barcelona yang kurang memuaskan di bursa transfer dalam dua musim terakhir (termasuk musim panas ini) dan prestasi Barcelona yang menukik turun usai gelar treble di musim 2014/2015 lalu.

Setelah treble, skuat El Barca mulai goyah. Dani Alves hengkang, Xavi Hernandez pindah ke Qatar, Claudio Bravo hijrah ke Inggris dan Barca mulai mengalami krisis regenerasi pemain dan krisis permainan. Trio MSN memang masih tajam, tapi musim lalu, mereka hanya merengkuh gelar Copa del Rey. Capaian yang mengecewakan.

Ditambah lagi, kehadiran Ernesto Valverde sebagai pelatih baru juga banyak menimbulkan keraguan. Ia diragukan akan sukses bersama Blaugrana. Keraguan yang cukup beralasan, tapi juga terburu-buru, karena ia belum menangani El Barca di satu laga resmi sekalipun. Tapi bisa jadi, kedatangan pelatih yang cukup medioker di mata Neymar (ini asumsi saya, ya), hingga aktivitas transfer Barcelona yang tak cukup memuaskan, membuat ego muda Neymar yang ambisius dan haus gelar akan terusik. Terlebih, seperti klaim media, Neymar kabarnya lelah menjadi bayang-bayang Messi di Catalan.

Neymar

Jadi?

Hipotesa awal saya, Neymar memang mungkin akan pindah dari Barcelona, tapi untuk menyebut ia akan pindah di bursa transfer musim panas ini, rasanya terlalu mendadak dan buru-buru. Walau PSG mampu memenuhi nilai klausul pembelian yang tertera di kontrak Neymar dan sesuai aturan, Barcelona harus menerima tawaran itu bila nilainya sesuai dengan klausul, agak utopis membayangkan sang pemain akan hengkang musim ini.

Barcelona bisa meminta Messi atau Suarez untuk memastikan sang pemain mau bertahan di Camp Nou dan bila itu benar terjadi, rasanya bukan hal yang sulit untuk membujuk Neymar, mengingat sinergi dan kedekatan tiga juru gedor Amerika Latin itu sangat erat. Bila persuasi dari Messi dan Suarez berhasil (tentu saja bila Barcelona memang meminta mereka berdua membujuk Neymar, ya), semua baru tergantung pada hasil yang diraih Barcelona musim depan. Karena seperti yang Neymar tegaskan, musim 2017/2018 akan menjadi “musim yang menentukan” bagi masa depannya.