Nasional Bola

Celana Pendek Simon McMenemy yang Kembali Berseri

Dua kemenangan beruntun di liga sebenarnya adalah hal yang biasa. Namun menjadi tak biasa jika itu dilakukan oleh sebuah kesebelasan dengan rataan usia termuda dan lawan yang dikalahkan adalah penghuni peringkat dua klasemen dan sebuah tim yang dihuni banyak pemain berpengalaman.

Simon McMenemy, pelatih asal Skotlandia dengan tato di sepanjang tangan kanannya dan celana pendek yang selalu dipakainya kala mendampingi Bhayangkara FC (BFC) berlaga di Go-Jek Traveloka Liga 1, kembali memasang wajah berseri-seri di akhir laga.

Pertandingan di bulan Juli awalnya diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Firman Utina dan kawan-kawan, karena selepas libur Lebaran mereka langsung menghadapi Madura United sang penghuni posisi dua. Lalu dilanjutkan dengan tandang ke stadion Surajaya, tempat di mana tim sekelas Arema FC dibantai empat gol tanpa balas.

Itu belum ditambah fakta bahwa sebelum libur Lebaran, The Guardian, julukan BFC, menderita dua kekalahan beruntun dari Barito Putera dan PSM Makassar. Mental pemain dikhawatirkan akan semakin anjlok jika kembali takluk di laga berikutnya

Namun kenyataannya di lapangan, kekhawatiran itu sama sekali tak terwujud karena anak asuh Simon McMenemy sanggup meraup poin penuh dari kedua laga itu. Peter Odemwingie dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC 2-1 di Stadion Patriot Chandrabhaga dan tadi malam (17/7), Choirul Huda harus memungut bola dari gawangnya tiga kali di kandang sendiri.

Performa terkini Bhayangkara FC tentu menjadi alarm bahaya bagi lawan mereka selanjutnya. Bagaimana tidak, tanpa diperkuat pemain kunci seperti Evan Dimas dan Putu Gede Juni Antara yang dipanggil ke Timnas U-22, penampilan mereka tetap stabil. Bahkan kualitas pemain pengganti tak kalah jauh dengan penggawa inti.

Alfin Tuasalamony yang lama dibekap cedera akibat tertabrak mobil, kini tampil reguler mengisi posisi yang ditinggalkan Putu Gede. Hebatnya, Alfin seakan sudah lupa dengan cedera parahnya dan tampil lepas kala diplot sebagai pemain inti di empat laga terakhir.

Kemudian penampilan impresif Dendi Sulistyawan dapat menutup kepergian Evan Dimas yang mahir memberikan umpan kunci. Di dua pertandingan terakhir, Dendi rutin mencetak satu asis dan pergerakannya sangat merepotkan lini pertahanan lawan. Ia menjadi tandem yang pas bagi Thiago Furtuoso dan berkolaborasi dengan apik bersama Paulo Sergio maupun gelandang lain.

Hoki Simon McMenemy di celana pendeknya

Mantan pelatih timnas Filipina ini menjadi salah satu pelatih di Liga 1 yang memiliki gaya busana khas. Ia seringkali (atau selalu, mungkin) memakai kaos polo Bhayangkara FC yang dipadukan dengan celana pendek berwarna gelap dan sepatu olahraga beserta kaos kaki putih.

Gaya berbusana seperti ini sebenarnya lebih cocok dipakai untuk jalan-jalan di taman atau pusat perbelanjaan. Di Indonesia sendiri, mayoritas pelatih masih “bermain aman” dalam memilih pakaian saat mendampingi timnya berlaga.

Aji Santoso setia dengan kemeja dan celana jeans-nya, Stefano “Teco” Cugurra tak pernah melepaskan jaket Persija yang dikenakannya, Djadjang Nurdjaman mencoba tampil ceria dengan kemeja full-print berwarna cerah, dan Robert René Alberts yang identik dengan kaos polo dan topi tenisnya. Dari sederet nama itu, jelas hanya Simon McMenemy yang berani tampil ala anak muda di hari pertandingan.

Dari info yang saya telusuri, tidak ada aturan tertulis tentang tata tertib berpakaian pelatih sepak bola. Setelan jas yang dipakai para pelatih di Eropa memiliki tujuan tersendiri, begitu juga dengan pakaian sederhana yang lebih banyak disukai pelatih di Indonesia. Mungkin hanya perihal tata krama saja, beberapa orang ada yang mempermasalahkan pelatih yang memakai celana pendek di pertandingan.

Well, setiap orang berhak menentukan pilihannya dalam berbusana. Selama tidak keluar dari norma kesopanan dan tidak mengganggu pandangan orang lain, sah-sah saja Simon McMenemy memakai celana pendek kala mendampingi timnya. Toh pakaian ini terbukti dapat membawa hoki menaikkan posisi BFC ke lima besar klasemen sementara.

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.