Eropa Inggris

Nicky Butt, Sosok Dibalik Melesatnya Pemain Akademi Manchester United

Calon pelatih Manchester United di masa mendatang?

Harus diakui apabila semasa bermain, Butt tidak secemerlang sahabat-sahabatnya sesama Class of 92.  Ia bukan penggiring bola luar biasa seperti Giggs, tidak memiliki umpan akurat seperti Beckham, bukan pemain jenius seperti Scholes, atau ketangkasan dan kecermatan seperti Neville bersaudara.

Butt bisa dibilang tidak begitu spesial. Tapi ia selalu ada di sana ketika diberikan kepercayaan. Salah satunya adalah ketika ia menggantikan peran Roy Keane dan Paul Scholes di partai final Liga Champions 1999.

Tetapi melihat kinerjanya sejauh ini, kemudian dibandingkan dengan karier kawan-kawannya yang lain, Butt justru merupakan alternatif menarik sebagai juru taktik Setan Merah di masa mendatang. Butt lebih terdepan dibanding Ryan Giggs yang sepertinya masih dalam perjalanan spiritual mencari filosofi kepelatihan, karena hingga saat ini ia belum mau menangani satu klub pun. Hal tersebut juga berlaku kepada Paul Scholes dan Neville bersaudara yang sepertinya memang lebih cocok sebagai komentator sepak bola ketimbang pelatih. Dan David Beckham, sang selebritis, tampaknya memang memilih jalur yang berbeda setelah non-aktif dari dunia sepak bola.

Butt mendapatkan pengalaman melatihnya dengan bertahap, di mana ia kini sibuk mengurusi bakat-bakat muda. Tidak instan, karena melalui sebuah proses. Ini akan membuat pengalaman dan intuisi melatih Butt menjadi lebih baik. Karena setelah dilihat-lihat, rasanya bukan pemain yang paling hebat di tim yang kemudian bisa menjadi pelatih yang hebat.

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia