
-
Valeriy Lobanovsky (Ukraina)
Lobonovsky adalah sosok legenda bagi sepak bola Eropa Timur. Selain Ukraina, ia juga banyak berjasa bagi Uni Soviet, sebelum akhirnya negara itu terpecah-pecah.
Pelatih yang mangkat di tahun 2002 ini juga begitu berjasa bagi karier penyerang trengginas, Andriy Shevchenko. Sheva memang dilatih Lobonovsky, pertama di Dynamo Kiev, selanjutnya di timnas Ukraina.
Franklin Foer (2004) dengan baik menjabarkan karakteristik Lobonovsky, yang bersikeras bahwa taktiknya harus sejalan dengan Marxisme ilmiah:
“Lebih dari seluruh negara manapun di dunia ini, Ukraina memiliki pendekatan idiosinkratik pada permainan bolanya. Orang di balik pendekatan ini adalah pelatih bernama Valeriy Lobanovsky, yang dulunya berprofesi sebagai tukang ledeng. Dengan menerapkan logika Marxisme ilmiah, ia percaya bahwa sepak bola dapat dikuasai dengan menguak dasar-dasar matematis permainan ini. Ia menciptakan sistem nilai numerik untuk menandai setiap “aksi” dalam pertandingan.”

-
Gusztav Sebes
Sebes adalah sosok jenius di balik kedigdayaan timnas Hungaria era 1950-an yang kerap dijuluki The Mighty Magyars. Tim yang dihuni Ferenc Puskas, Nandor Hidegkuti, Sandor Koscis, dan kolega, membuat Inggris terbelalak saat The Three Lions ditaklukkan Hungaria dengan skor 6-3.
Kesebelasan yang diasuhnya ini kerap dinilai sebagai tim hebat pertama, jauh sebelum AC Milan-nya Arrigo Sachi, Ajax-nya Rinus Michels dan Johan Cruyff, atau Barcelona-nya Pep Guardiola. Meski tidak pernah menjuarai Piala Dunia, mereka sanggup merebut medali emas Olimpiade 1952 dan Kejuaraan Eropa Tengah (cikal bakal Piala Eropa) 1953.
Selama enam tahun (1950-1956), Hungaria memainkan 50 laga dengan raupan 42 kemenangan, 6 kali seri, dan hanya kalah satu kali (dari Jerman Barat di final Piala Dunia 1954 yang masyhur dengan sebutan “The Miracle of Berne”).
Strategi yang Sebes pakai merupakan pengembangan dari formasi WM (4-2-4) yang diciptakan pelatih legendaris Arsenal, Herbert Chapman. Yang berbeda, Sebes membiarkan para pemainnya untuk melakukan permutasi, tidak seperti strategi WM pada umumnya. Taktik Sebes ini kelak mengilhami totaal voetbal-nya Rinus Michels dua dekade selanjutnya.
Sebes menyebut taktik ini: sepak bola sosialis.
Author: Fajar Martha (@fjrmrt)
Esais dan narablog Arsenal FC di indocannon.wordpress.com