Kolom

Efek Kupu-kupu di Theatre of Draws untuk Manchester United

 Theatre of Draws dan signifikasinya ke efek kupu-kupu

Posisi sulit yang tengah dialami United memang tak lepas dari efek banyaknya hasil imbang yang didapat. Torehan 14 seri merupakan yang terbanyak di liga, membuat Red Devils sempat setia di posisi keenam, sebelum akhirnya naik satu tingkat di atasnya.

Bahkan, 25 laga tak pernah kalah di liga yang berujung pada rekor baru untuk klub, dirasa ironis dan minim selebrasi. Bagaimana tidak? Dari 25 laga tersebut, 12 diantaranya berakhir imbang. Bahkan 10 hasil imbang di kandang musim ini hanya berselisih satu laga dari rekor sebelumnya musim 1980/1981. Atas dasar inilah, banyak pihak berkelakar mengubah julukan kandang Man. United dari Theatre of Dream menjadi Theatre of Draws.

Signifikasi awal jelas pada periode Oktober-November 2016 di mana dalam empat laga beruntun di Old Trafford, United hanya bisa meraih hasil imbang. Dibungkam gol Joe Allen dari Stoke City dan penyerang Arsenal, Olivier Giroud di menit akhir, hingga kebobolan di awal laga oleh penggawa West Ham, Diafra Sakho. Satu laga lagi di mana Red Devils kebingungan membongkar pertahanan klub promosi, Burnley.

Awal tahun ini, peruntungan tak jua hadir. Dimulai saat kepakan tangan ala dab tak sesuai tempat Paul Pogba yang menyebabkan penalti untuk Liverpool, sampai tendangan penalti Bournemouth yang mencuri satu poin dari Old Trafford meski berlaga dengan 10 pemain.

Dewi Fortuna malah seakan menjauhi Setan Merah saat menjamu Everton karena sempat kebobolan terlebih dahulu. Beruntung dia ‘kembali’ lewat rupa gol penalti Zlatan Ibrahimovic di menit akhir.

Berbicara soal Ibrahimovic, kehadirannya sebagai ujung tombak dirasa cukup memberikan efek tambahan atas teori ketidakaturan ini. Menariknya, ada dua sisi yang dia berikan untuk United.

Adalah ketergantungan akan Ibra yang kini diidap Red Devils. Jadi saat penyerang jangkung asal Swedia ini bakal absen hingga akhir musim karena cedera, sulit mencari penggantinya dengan insting cetak gol yang buas.

Well, efek kupu-kupu menyimpan bencana terbesar bagi United di Liga Primer Inggris. Meski tak selamanya absolut, mengingat sifat dari teori chaos itu sendiri, bahaya nyata sudah berada di depan mata. Sebagai manajer kelas dunia, Jose Mourinho kini dihadapkan pada ujian terberatnya. Jadi, siapa yang akan tertawa pada 21 Mei nanti?

Author: Perdana Nugroho
Penulis bisa ditemui di akun Twitter @harnugroho