

Dari Celta dan (hanya) untuk Celta
Hubungan emosional yang terus terjalin membuat Celta tergerak menyelamatkan karier Aspas, setelah dua kali mereka dibawanya lolos dari ancaman degradasi. Simbiosis mutualisme terjadi di sini. Aspas resmi kembali setelah dijual Liverpool ke Sevilla dan langsung ditebus Celta pada hari yang sama.
Di Balaidos, peruntungan kariernya mulai kembali seperti sedia kala. Di awal musim lalu, Aspas dan Celta langsung mengejutkan publik sepak bola dunia dengan memuncaki klasemen sementara La Liga di pekan kedua. Dia mencetak gol pada laga debutnya kembali di liga. Jika itu belum cukup, Aspas jadi inspirator kemenangan telak 4-1 Os Celeste atas raksasa La Liga, Barcelona, lewat dua golnya.
Di bawah asuhan Eduardo Berizzo, Aspas menemukan kembali ketajamannya. Dia sukses mencetak 18 gol di semua kompetisi sepanjang musim lalu dan membawa Celta lolos ke Liga Europa setelah menempati urutan keenam klasemen akhir La Liga. Performa Aspas bahkan jadi lebih mengesankan musim ini.
Meski Celta melakukan awalan buruk, perolehan gol Aspas cenderung naik. Momen paling diingat musim ini salah satunya adalah dua laga kandang Oktober 2016. Setelah kembali cetak gol dan bawa Celta menang atas Barcelona di Balaidos, brace Aspas juga antar timnya berjaya di Derbi Galicia dengan skor mencolok 4-1 atas La Coruna. Periode ini pula yang mengantar dirinya dipanggil masuk skuat timnas senior Spanyol, sebulan berselang.
Entah kebetulan atau bagaimana, Aspas masuk ke dalam skuat La Furia Roja saat akan bertandang ke Inggris, tanah yang sempat jadi mimpi buruknya. Alih-alih menghindar, dirinya memilih membuktikan diri. Kehadiran Aspas tak diperhitungkan sebelum akhirnya gol indah tercipta lewat kakinya di menit akhir, menyelamatkan Spanyol atas kekalahan dari timnas Inggris di Stadion Wembley.
Sejak saat itu, nama Aspas mulai nyaring terdengar. Guyonan dan lelucon satir yang dahulu akrab dengan dirinya, kini mulai berubah menjadi pujian. Meski di La Liga masih berada di papan tengah klasemen sementara, Celta dibawa Aspas masuk jajaran elite klub Benua Biru dengan lolos ke semifinal Liga Europa.
Setelah lolos dari grup G sebagai runner-up, perjalanan Celta ke semifinal tak lepas dari gelontoran gol Aspas. Sang ikon Os Celestes selalu mencetak gol di fase gugur baik saat menghadapi Shakhtar Donetsk, Kuban Krasnodar, hingga terakhir KRC Genk. Kini, Man. United jadi sasaran selanjutnya.
Bersama penyerang Swedia yang juga ‘buangan’ dari Liga Primer, John Guidetti, Aspas siap menghantui ambisi Red Devils jadi juara Liga Europa musim ini. Mampukah pencetak gol terbanyak keempat sepanjang sejarah Celta ini melanjutkan hikayatnya?
Menilik pada tren yang terjadi di dunia sepak bola belakangan ini, apapun bisa terjadi dan kisah Aspas di Celta membuktikan bahwa kerja keras dan keputusan tepat, bisa mengubah peruntungan siapapun.
Author: Perdana Nugroho
Penulis bisa ditemui di akun Twitter @harnugroho