Drama Mauro Icardi dan Edgardo Bauza

Ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang pesepak bola dengan posisi penyerang, maka sudah pasti beban mencetak gol akan diletakkan di pundak Anda. Para striker pun kerapkali tertekan secara psikis jika mereka kalah tajam dengan barisan gelandang atau pemain belakang, misalnya.

Bicara tentang penyerang, kali ini saya akan mengajak pembaca mencermati sesosok pemuda berusia 23 tahun asal Argentina bernama Mauro Icardi. Pemain jebolan akademi La Masia milik Barcelona ini tengah bermain untuk kesebelasan asal Italia, Internazionale Milano.

Sejak diboyong pada musim panas 2013 kemarin, Icardi berkembang menjadi salah satu sosok penting bagi kubu La Beneamata. Ini terbukti dari torehan golnya yang sudah mencapai 62 gol dari 113 penampilan di Serie A berseragam Internaziole. Icardi pun sempat keluar sebagai capocannoniere Serie A musim 2014/2015 lalu bersama Luca Toni berkat gelontoran 22 gol.

Kendati di awal musim 2016/2017 ini Icardi sempat membuat Interisti geram, karena meminta perpanjangan kontrak. Mengingat ia baru saja menandatangani kontrak baru semusim lalu. Belum cukup, sang kapten tim pun kembali berulah saat berseteru dengan ultras Inter, Curva Nord 69, perihal isi otobiografinya yang kontroversial. Namun, perlahan seiring berjalannya musim, performa eks pemain Sampdoria ini di atas lapangan semakin memukau.

Sampai pekan ke-22 Serie A, Icardi masih bercokol sebagai pencetak gol terbanyak via koleksi 15 gol. Torehannya unggul satu gol dari koleksi penyerang AS Roma asal Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko dan bintang masa depan tim nasional Italia yang kini memperkuat Torino, Andrea Belotti.

Akan tetapi, peningkatan kualitas Icardi tak hanya tampak dari gol-gol yang sukses diceploskannya tapi juga kontribusinya dalam menciptakan peluang berbuah gol untuk rekan setimnya. Berdasarkan statistik yang dihimpun dari Whoscored.com., Icardi juga menjadi figur yang paling murah hati di kubu La Beneamata dengan mengirim delapan asis.

Secara keseluruhan, Icardi memberi andil buat terciptanya 23 gol bagi Internaziole (15 gol dan 8 asis). Jumlah ini merupakan yang tertinggi dari seorang pemain yang berlaga di lima kompetisi nomor wahid Eropa yaitu Bundesliga Jerman, La Liga Spanyol, Liga Primer Inggris, Ligue 1 Prancis dan Serie A Italia.

Anehnya, performa ciamik suami Wanda Nara ini sama sekali tak membuat pelatih tim nasional Argentina saat ini, Edgardo Bauza, tertarik untuk memanggilnya. Sejak melakoni debut berkostum Albiceleste pada Oktober 2013 silam, Icardi memang belum pernah lagi mengenakan seragam timnas.

Tanda tanya pun mengemuka di kepala publik Argentina maupun fans Internazionale, apa alasan Icardi tak kunjung dipilih oleh Bauza meskipun performanya begitu konsisten musim ini. Beberapa media mengabarkan, ada selentingan isu kurang sedap yang menyebutkan jika Bauza tak memanggil Icardi karena si pemain tidak disukai oleh beberapa penggawa senior Albiceleste, khususnya, sang penguasa ruang ganti timnas, Lionel Messi.

Kebetulan, Messi disinyalir memiliki hubungan yang akrab dengan Maxi Lopez, eks rekan setim Icardi di Sampdoria. Sekilas trivia, sebuah kasus tak terduga terjadi diantara Icardi dan Maxi beberapa tahun silam semasa keduanya masih memperkuat Sampdoria. Istri Icardi saat ini, Wanda, dahulu adalah istri dari Maxi. Keberadaan Icardi disebut-sebut sebagai orang ketiga yang merusak rumah tangga Maxi sehingga harus bercerai sampai kemudian Wanda menikah dengan Icardi hanya beberapa saat usai pisah dengan Maxi Lopez.

Bauza sendiri berkali-kali menyebut jika Icardi adalah pilihan ketiganya untuk timnas setelah Gonzalo Higuain dan Lucas Pratto di posisi penyerang tengah. Meski khalayak pun meyakini jika kualitas Icardi setara dengan Higuain dan di atas Pratto.

Maka disaat kabar yang menyatakan bahwa Bauza akan hadir di J-Stadium milik Juventus guna menyaksikan laga antara sang tuan rumah melawan Inter akhir pekan nanti (6/2), publik pun menanti kelanjutan drama yang terjadi diantara Icardi dan Bauza. Bila Icardi sanggup membobol gawang Gianlugi Buffon, lebih-lebih membawa Inter memenangi laga tersebut, akankah ada satu tempat buat Icardi di timnas Argentina?

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)