Other Editions

Kenali Pemain Buruan Klub Anda dengan Transfermarkt

Sejak keran pemain asing dibuka, Liga Indonesia atau yang dikini dikenal sebagai Go-Jek Traveloka Liga 1, diserbu puluhan bahkan ratusan pemain asing untuk mencoba peruntugan nasib pada tiap tahun penyelenggaraannya. Pemain-pemain dengan berbagai kewarganegaraan pun berbondong-bondong ke Indonesia untuk seleksi atau langsung dikontrak.

Mulai dari era Fandi Ahmad, Roger Milla, Mario Kempes, Pierre Njanka, Carlos de Mello, Kayamba Gumbs, hingga Michael Essien dan Peter Odemwingie,  sudah tak terhitung lagi pemain-pemain asing yang malang-melintang di segala penjuru Tanah Air.

Dan sudah menjadi tradisi, klub-klub Indonesia hanya melirik dan merekrut pemain yang statusnya telah bebas transfer dan tanpa ikatan kontrak dengan klub manapun. Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, kenapa tidak pernah ada transfer antarklub yang melibatkan sejumlah uang sebagai biaya transfer pemainnya?

Selain karena faktor kontrak yang kebanyakan klub di Indonesia hanya mengikat pemain untuk satu musim kompetisi, uang atau pemasukan tim di Indonesia memang kebanyakan lebih berasal dari subsidi penyelenggara, sponsor, tiket, merchandise hingga kocek pribadi pengurus masing-masing klub.

Dan itu akan habis untuk masalah gaji, penginapan, sewa stadion, keamanan, dan segala biaya operasional lainnya termasuk juga transportasi ketika melakoni laga tandang. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, tentu laga lawatan menjadi ‘momok’ tersendiri bagi klub-klub yang kurang sehat finansialnya. Maka dari itulah, pemain ( baik asing maupun lokal ) yang akan diseleksi dan akan dikontrak harus berada dalam kondisi free transfer agar tidak semakin membebani finansial klub.

Hebatnya, meski berstatus tanpa klub, tiap pemain asing yang datang malah pada akhirnya dapat menjadi pujaan klub yang ia bela. Memang, tak ada salahnya mengontrak pemain yang berstatus tanpa klub, tapi semakin kita (suporter) tahu mengenai pemain asing yang tengah diseleksi oleh klub, semakin kita tahu pula bagaimana kira-kira permainannya kelak.

Video, entah di YouTube atau situs lain, sering sekali menjadi rujukan bagi pelatih maupun suporter untuk melihat bagaimana aksi pemain asing seleksi sebelum datang ke Indonesia. Tapi apakah dapat menjadi rujukan yang jelas?

Kita tahu, beberapa aksi pemain asing tersebut dilakukan 2 sampai 3 bahkan 5 tahun sebelum datang ke Indonesia. Tentu tak bisa memberikan gambaran jelas. Dan lagi, bagaimana kondisi fisik serta permainannya sebelum memutuskan hijrah ke Indonesia? Apakah ia cukup bermain sebelumnya? Atau menganggur sebelum datang? Karena bagi pesepak bola, menganggur tentu akan mendegradasi permainannya dalam olah bola, maka dari itu perlu adanya rujukan bagi suporte tentang pemain asing incaran klubnya. Di sini kemudian Transfermarkt akan berperan.

Transfermarkt.com adalah situs dengan database terbanyak mengenai sepak bola. Di situs ini pula, kita dapat mencari pemain yang tengah mengikuti seleksi atau direkrut klub kesayangan kita di Indonesia. Di situs ini, kita bahkan dapat ‘merekomendasikan’ pemain asing dengan kontrak yang dapat dijangkau klub, tapi juga terpantau secara kualitasnya.

Untuk pertama, bagi pendukung dari klub yang tengah melakukan seleksi, kita dapat langsung mencari nama pemain asing tersebut pada tools search yang tersedia. Bagi penulis, terkadang mencari nama lengkapnya terlebih dahulu di mesin pencari internet, sebelum mengecek datanya via Transfermarkt. Uji coba di artikel ini, saya akan gunakan top skor Liga 1 musim ini asal Belanda, Sylvano Comvalius.

Kemudian bagi yang mungkin iseng ingin merekomendasikan nama pemain asing bagi klubnya, dapat memilih menu ‘Transfer & Rumors’ kemudian ‘Available’ dan meng-klik ‘Without Contract’.

Ketika sudah memilih menu tersebut, maka akan tampil beberapa nama individu dan fitur filter atau penyaring. Di dalam filter inilah, kita dapat berkreasi sesuai keinginan. Kita dapat menentukan posisi yang diinginkan, kewarganeraan, usia, kompetisi yang terakhir diikuti dan yang terpenting adalah kapan terakhir kali bebas kontrak (ini cukup menentukan karena sebagai penilaian tingkat kebugaran pemain).

Dalam tulisan ini, penulis ingin mencari posisi penyerang murni, berusia antara 23 hingga 30 tahun dan tanpa kontrak sejak tahun 2017 kemudian kita klik ‘Show’.

Hasilnya pun langsung terlihat di mana puluhan nama yang masuk ke dalam filter tersebut. Bahkan, penulis menemukan Giuseppe Rossi,  mantan penyerang timnas Italia dan sempat membela beberapa klub dengan nama besar (meski kontraknya sangat mahal) dan David Ngog, mantan wonderkid dan penyerang Liverpool, yang kemungkinan kontraknya sedikit lebih murah dibanding Rossi.

Filter Transfermarkt yang penulis gunakan juga menemukan lima halaman berisi nama-nama pemain lain dan nilai kontraknya sesuai bujet klub Indonesia.

 

Lalu, bagaimana mengecek performa pemain yang bersangkutan ?

Kita cukup meng-klik nama pemain tersebut, maka akan ditampilkan informasi lengkap tentangnya. Penulis melakukan uji coba pada Giorgio Fumana, seorang pemain depan asal Italia, berusia 23 tahun, yang terakhir kali terikat kontrak tanggal 6 Oktober 2017 dan nilai kontraknya sekitar 50 ribu euro saja.

Sekarang, setelah semua proses pengecekan selesai, hanya tinggal menghubungi pemain yang bersangkutan dan meyakinkan untuk menerima tawaran bermain di Indonesia. Tentunya itu kebijakan para agen dan aktivitas yang melibatkan manajer atau pelatih sebuah tim di Indonesia.

Dengan kemajuan teknologi, suporter yang tidak punya akses tentang informasi pemain yang tengah diincar klub kesayangannya di Indonesia, dapat mengetahui kualitas pemain, walau hanya lewat informasi berwujud statistik dan data mentah saja.

Author: Joko Murdianto (@EvilJack1)

Related Posts