Kolom

Maxi Gomez, Tentang Perbedaan Sepak Bola di Uruguay dan Spanyol

Maxi Gomez sedang menjalani masa-masa indah di Valencia. Sejak diboyong dari Celta Vigo awal musim ini, penyerang setinggi 186 sentimeter itu sudah mengemas 4 gol dari 7 pertandingan yang dilakoni.

Untuk mengulik lebih dalam kisah Mazi Gomez yang sudah merantau ke Spanyol sejak usia 20 tahun, berikut ini Football Tribe Indonesia menyajikan kutipan wawancara langsung pihak LaLiga dengan Maxi Gomez.

Anda datang ke Spanyol di usia 20 tahun. Apa makna kepindahan tersebut bagi seorang anak dari Paysandú?

Sebenarnya saya tidak pernah membayangkan hal tersebut. Saya pikir sangat sulit bagi pemain dari Uruguay untuk datang dan bermain di Spanyol. Saya pikir sepak bola Uruguay sangat berbeda dengan sepak bola Spanyol. Dan ketika saya memiliki kesempatan untuk bermain di Celta, saya sangat bersyukur kepada mereka karena mereka yang memberikan peluang kepada saya. Saya sangat bahagia dan bersyukur kepada Tuhan karena segalanya berjalan lancar, dan saya bisa berada di sini.

Apa yang Anda ingat dari masa-masa tersebut? Bagaimana Anda bisa dipanggil? Mengingat Anda baru berusia 20 tahun saat Anda pindah ke LaLiga

Saya mendapat panggilan setelah pertandingan saya dengan Defensor Sporting yang bertandang ke Fénix. Sebelumnya diskusi tentang Celta sudah beredar di media sosial, tapi saya fokus ke pertandingan, yang seperti final bagi kami, dan terima kasih Tuhan kami berhasil menang dan Defensor Sporting keluar sebagai juara, dan itu sangat penting karena tim besar adalah Nacional dan Peñarol, tapi terima kasih Tuhan segalanya berjalan lancar. Setelah pertandingan, saya bertemu dengan direktur Celta, Felipe Miñambres, dan terima kasih Tuhan segalanya berjalan lancar dengan Celta, dan sejujurnya saya sangat bahagia.

Apa makna kepindahan ke LaLiga bagi Anda?

Sejujurnya ini adalah lompatan besar. Saya pikir dengan bermain di Spanyol, saya bisa membuka banyak kesempatan. Saya memiliki enam bulan yang bagus, di mana saya berhasil memberikan banyak kontribusi bagi Celta, dan setelah itu saya dipanggil ke tim nasional Uruguay, yang adalah mimpi saya sejak kecil. Sejujurnya saya sangat bahagia bisa menjalani itu semua.

Bagaimana Anda melihat dua tahun Anda di Vigo dalam level personal, dan dalam mencetak gol?

Sejujurnya, tahun pertama sangat fantastis. Saya pikir saya mencetak banyak gol di tahun kedua, tapi tidak sebanyak tahun pertama. Saya pikir, seperti yang saya katakan, datang dari liga Uruguay dan mampu mencetak banyak gol di liga Spanyol adalah sesuatu yang spesial. Di Twitter, saya juga mengungguli banyak pemain hebat yang menjalani debutnya di LaLiga dengan mencetak banyak gol, dan saya sangat bahagia dan bersyukur kepada Celta, klub yang memberikan kesempatan bagi saya.

Baca juga: 2 Oktober 1999: Debut Carles Puyol di LaLiga

Kredit: LaLiga

 

Gol mana yang paling berkesan bagi Anda ketika bermain untuk Celta?

Sejujurnya saya mengingat semuanya dengan sangat baik, tapi saya akan memilih gol-gol yang saya cetak ketika melawan tim-tim besar. Mencetak gol melawan Real Madrid dan Barcelona bukanlah sesuatu yang bisa Anda lakukan setiap hari. Saya hanya mampu mencetak gol melawan tim-tim tersebut ketika bermain video game dengan teman-teman yang memainkan tim seperti Manchester City, dan mencetak gol melawan Real Madrid dan Barcelona, dan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, dan mencetak gol ke tim besar adalah sesuatu yang spesial.

Bisakah Anda mendeskripsikan seperti apa gol-gol tersebut? Bisakah Anda mengingatnya kembali untuk kami?

Melawan Real Madrid, saya menerima umpan silang dari Wass, dan dengan permainan di mana kami mengalirkan bola di sisi lapangan dan ia mengumpannya kepada saya, saya berhasil menyundul bola tersebut dan masuk ke gawang mereka. Sejujurnya, itu adalah sebuah gol yang indah. Dan melawan Barcelona, saya berhasil membuatnya menjadi 2-2 di Camp Nou, dan menahan imbang di kandang mereka sendiri adalah sebuah hal yang sulit. Gol tersebut dimulai dari pergerakan Iago Aspas, ia adalah pemain yang fantastis. Ia berhasil melewati Umtiti, yang mengalami cedera otot, lalu Aspas mengoper kepada saya, dan saya berhasil mencetak gol di tiang jauh. Itu juga sebuah gol yang bagus, dan saya sangat bersyukur.

Apa rasanya berbagi ruang ganti dengan Iago Aspas? Apa yang menonjol dari dirinya?

Ia adalah orang yang sangat baik di segala hal. Ia adalah orang baik, seorang pemain hebat, yang sangat saya kagumi karena etos kerjanya dan cara berlatihnya. Apa yang ia tunjukkan di lapangan juga spesial, dan terima kasih Tuhan saya bisa berbagi banyak hal baik dengannya.

Kredit: LaLiga

Anda berbicara tentang umpan dari Daniel Wass. Jika saya tidak salah, ia memberikan lima asis kepada Anda di musim itu. Sekarang kalian berdua kembali bersama di Valencia. Bagaimana Anda menikmati fase baru ini, dan kelanjutan pertemanan Anda?

Sejujurnya, saat saya mampu mencetak banyak gol di tahun itu, banyak yang berasa dari asis Daniel Wass. Ia seorang pemain yang fantastis yang memberikan umpan-umpan sempurna, sehingga Anda bisa untuk masuk ke area penalti dan menembak bola. Dan kini, kami sama-sama menjalani mimpi kami di sini. Saya harap kami bisa mencapai sesuatu yang luar biasa bersama-sama, dan saya bahagia bisa berada di sini bersamanya dan rekan-rekan setim yang lain.

Bagaimana rasanya bermain di Valencia? Apa aspirasi Anda?

Sejujurnya datang dan bermain untuk klub sebesar Valencia adalah sesuatu yang spesial. Para pendukungnya, masyarakat kotanya, skuat, dan atmosfer tim, tidak ada yang menyamainya, dan saya ingin memberikan segalanya untuk tim ini. Itu adalah hal yang utama. Untuk dapat mencetak banyak gol, untuk bersaing, untuk memiliki semangat berjuang yang dimiliki oleh orang-orang Uruguay, untuk memberikan segalanya di lapangan, dan mengerahkan segala kemampuan saya untuk mencetak banyak gol. Sejujurnya saya sangat bahagia dan semoga itu semua bisa terjadi.

Baca juga: Martin Odegaard, Penampil Terbaik di LaLiga Saat Ini

Apakah Anda memasang target pribadi?

Sejujurnya, tidak, saya tidak ingin memberikan target jumlah gol. Saya ingin mencetak gol di setiap pertandingan, karena ketika saya pulang tanpa mencetak gol, saya merasa sedih. Tapi saya harap gol-gol tersebut akan terjadi, dan saya dapat berkontribusi untuk tim ini, itu adalah yang terpenting.

Kualitas apa yang dapat Maxi Gómez berikan untuk Valencia?

Sejujurnya, saya adalah pemain yang gemar untuk masuk ke dalam kotak penalti. Saya suka bergerak di daerah pertahanan lawan, dan berusaha untuk mencetak banyak gol. Saya adalah seorang pemain yang bekerja keras. Berusaha untuk masuk ke dalam kotak penalti, melakukan pergerakan bagus, dan berusaha mencetak gol di setiap peluang, itu adalah hal yang utama.

Musim lalu, Valencia menjalani musim yang bagus. Menjuarai piala, dan lolos ke Liga Champions. Dalam konteks gelar, apa harapan Anda di tahun ini?

Sejujurnya Valencia memiliki banyak kesempatan juara musim ini. Kami bermain di Liga Champions. Saya selalu memimpikan bermain di Liga Champions. Saya hanya pernah melakukannya di video games, dan sekarang saya mampu menjalani mimpi bermain di Liga Champions, dan memberikan segalanya bagi tim ini adalah hal yang utama, dan melakukannya di setiap pertandingan adalah harapan yang paling besar.

Apa target Anda di LaLiga?

Sejujurnya saya ingin berlatih seharian sesekali, mencoba melakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan, dan berusaha mencetak gol. Valencia membuat saya merasa di rumah, dan semoga saya dapat mulai mencetak gol, saya ingin bisa membantu tim, dan itu adalah hal yang spesial, dan sesuatu yang saya inginkan.

Gol-gol tersebut akan datang seiring berjalannya waktu, ya kan? Saat Anda mendapat kepercayaan diri dan memahami apa yang pelatih inginkan dari Anda.

Ya, tentu. Sejujurnya, sangat sulit pindah dari gaya bermain Celta ke gaya bermain Valencia. Saya pikir Valencia bermain dengan lebih cepat, lebih mementingkan serangan balik, dan Anda harus beradaptasi. Dan hal terpenting ialah setiap bola yang saya dapatkan, saya harus bisa membobol gawang.

Sebagai tim, apa aspirasi Valencia musim ini?

Sejujurnya kami sangat bahagia. Kami bekerja sebagai tim untuk berkompetisi di empat kompetisi. Menjalaninya tahap demi tahap, tidak terbuai dengan pemikiran untuk menjadi juara Liga Champions atau gelar yang lain. Kami ingin menjalaninya tahap demi tahap. Setiap akhir pekan seperti final kejuaraan, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, dan kami akan berusaha keras untuk memenangkannya.