Suara Pembaca

Christian Pulisic di Chelsea: Beban Berat Penerus Eden Hazard

Christian Pulisic memiliki beban berat sejak diumumkan bergabung bersama Chelsea di bursa transfer musim dingin 2019, dengan harga 58 juta paun atau setara Rp 1,07 triliun. Kerap disandingkan sebagai pengganti Eden Hazard yang hijrah ke Real Madrid, Christian Pulisic disebut-sebut akan menjadi pemegang tongkat estafet kakak dari Thorgan dan Kylian Hazard tersebut.

Perjalanan karier pemain kelahiran Hershey, Pennsylvania, 20 September 1998, ini berawal dari ayahnya yang pernah menjadi indoor soccer player di Harrisburg Heat.

“Kita hampir memaksa untuk mengarahkan dirinya ke hal lain selain sepak bola,” kata Mark, ayahnya, kepada philly.com. “Dia tidak dipaksakan. Aku hanya ingin dia memilih pilihan yang terbaik. Kadang keputusan-keputusan tidak bekerja dengan baik jika kamu memaksakan hal kepada anak kecil.”

Namun Pulisic senang untuk meneruskan tradisi keluarga dan memilih sepak bola menjadi minat kesukaannya. Hingga akhirnya Pulisic menjadi pencetak gol termuda untuk tim nasional Amerika Serikat saat menghajar Bolivia dengan skor 4-0. Ia saat itu masih berusia 17 tahun di 2016.

Baca juga: Pra-musim untuk Memantapkan Diri dan Promosi Terselubung

Di bulan September, 4 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-18, Pulisic masuk ke skuat Dortmund saat mengalahkan klub Polandia, Legia Warsawa, dengan skor 6-0 dan menjadi pemain termuda Dortmund di Liga Champions. Ia sekaligus menjadi pemain termuda dari Amerika Serikat yang mengikuti kompetisi tersebut.

Di tahun 2016/2017, Pulisic menjadi pemain termuda yang memenangkan trofi di kompetisi Eropa saat Dortmund mengalahkan Frankfurt untuk mengangkat Piala DFB Pokal, setelah sebelumnya memenangi Bundesliga U-17 pada musim 2014/2015, dan Bundesliga U-19 pada musim 2015/2016.

Setelah salah satu musim terbaiknya usai, Pulisic meraih penghargaan sebagai Footballer of The Year USA tahun 2017 meskipun tidak masuk dalam skuat Piala Dunia 2018 di Rusia. Tetapi, Pulisic telah menjadi komoditi panas yang menjanjikan sebelum ia genap berusia 20 tahun.

Statistik di dtiga musim terakhir bersama Dortmund, Pulisic bermain selama 7.062 menit atau sebanyak 115 pertandingan dengan mencetak 17 gol dan 26 asis, sedangkan tiga musim terakhir Eden Hazard bersama OSC Lille, klubnya sebelum bergabung dengan Chelsea, bermain dalam 155 pertandingan selama 12.020 menit dengan mencetak 44 gol dan 49 asis.

Meskipun melalui statistik Pulisic nampak kalah sangat jauh dibandingkan Eden Hazard, perlu diketahui bahwa peringkat Bundesliga lebih baik dan lebih kompetitif dibandingkan Ligue 1 yang kerap disebut sebagai Farmers League atau Liga Petani.

Gaya permainan Pulisic lekat dalam dribel dengan rata-rata 2,1 dribel per laga musim lalu. Namun dengan ketepatan tendangan yang hanya 38 persen, Pulisic masih di bawah level Eden Hazard, begitupun dengan 7 gol dan 6 asisnya di Bundesliga dan Liga Champions musim 2018/2019.

Kemampuan Pulisic dalam penguasaan bola menguntungkan Chelsea untuk umpan-umpan pendek yang tajam di sepertiga akhir penyerangan. Dribelnya membuka peluang pergerakan tanpa bola untuk penyerang melalui skill individunya.

Dengan tinggi yang hanya 172 cm, 1 cm lebih pendek dari Eden Hazard, Pulisic memang tidak diunggulkan untuk kemampuannya di udara. Di sisi lain, Pulisic dapat mengatur serangan sebagai gelandang serang maupun menyisir sayap untuk mengirim umpan silang. Musim lalu, Pulisic memiliki rata-rata 0,5 umpan silang yang sukses di setiap pertandingan.

Di musim depan, persaingan di lini tengah Chelsea kian ketat dengan hadirnya Pulisic. Dengan Pedro Rodriguez dan Willian mencapai umur kepala tiga, sedangkan Ruben Loftus-Cheek, Callum Hudsoon-Odoi, dan Ross Barkley masih perlu membuktikan konsistensi permainan mereka.

Baca juga: 7 Bintang Piala Eropa U-21 2019 dan Cara Melafalkan Namanya

Sebagai pemain dengan bakat dan umur yang sangat muda, Pulisic masih memiliki kesempatan besar untuk mengasah kemampuannya, Chelsea adalah tim yang tepat untuk mencapai hal itu.

Pulisic adalah pemain muda yang sudah memiliki 80 pertandingan sebagai starter di Borussia Dortmund. Berbanding jauh dengan Lionel Messi yang melakoni 34 pertandingan, dan 53 pertandingan bagi Cristiano Ronaldo di umur yang sama.

Akan tetapi Pulisic perlu waspada, karena dua gelandang serang yang pernah bermain untuk Dortmund, Shinji Kagawa dan Henrikh Mkhitaryan, yang pergi ke Manchester United setelah menjadi Pemain Terbaik Bundesliga, justru tak memiliki musim yang cukup bagus bersama klub barunya.

Tak hanya itu, karena beban berat juga dibawa Pulisic, karena Chelsea yang terancam mendapat larangan belanja pemain di dua bursa transfer. Ini disebabkan Chelsea terbukti melanggar aturan batasan transfer yang ditetapkan FIFA, dengan merekrut permain di bawah usia 18 tahun.

Baca juga: 11 Wonderkid Gagal di Liga Primer Inggris

Menurut pernyataan FIFA, Chelsea melanggar aturan transfer di bawah usia kepada 29 pemain. Jika banding Chelsea kepada FIFA ditolak, maka Christian Pulisic memiliki beban di punggungnya untuk membawa Chelsea paling tidak tetap berada di Liga Champions dengan skuat yang sudah ada.

Christian Pulisic memang bukanlah Eden Hazard, tetapi Pulisic memiliki seluruh kesempatan dan kemampuan untuk membuktikan dirinya, bahwa dia pantas disejajarkan minimal dengan Clint Dempsey atau bahkan Landon Donovan di kariernya.