Piala Dunia 2018

Mengingat Kembali Para Pencetak Golden Goal di Piala Dunia

Aturan sekaligus nama Golden Goal diciptakan FIFA pada tahun 1993, untuk menggantikan nama sebelumnya yang berkesan mengerikan, babak Sudden Death. Golden Goal di Piala Dunia kemudian dipakai pertama kali pada turnamen tahun 1998 di Prancis, dan terakhir kali dipakai pada Piala Dunia 2002.

Pro dan kontra menghiasi perjalanan regulasi Golden Goal di Piala Dunia. Dengan maksud menambah keseruan pertandingan, tapi aturan tersebut juga membuat tim-tim yang bermain hingga babak perpanjangan waktu lebih berhati-hati, karena kebobolan langsung berujung kekalahan.

Meski demikian, Golden Goal di Piala Dunia telah menciptakan nostalgia tersendiri. Beberapa pertandingan diakhiri dengan dramatis, dan para pencetak Golden Goal terukir namanya secara khusus dalam sejarah Piala Dunia.

Masih ingat siapa saja para pencetak Golden Goal di Piala Dunia? Langsung saja geser slideshow di bawah ini untuk bernostalgia!

Laurent Blanc (Prancis vs Uruguay, menit 114)

Inilah pencetak Golden Goal pertama dalam sejarah Piala Dunia. Menghadapi Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 1998, Les Bleus bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal usai. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, dan itulah momen kepahlawanan Blanc. Memanfaatkan asis sundulan dari David Trezeguet, Blanc sukses membobol gawang José Luis Chilavert sekaligus memulangkan Paraguay.

Henri Camara (Senegal vs Swedia, menit 104)

Masih di babak 16 besar, tapi kali ini di Piala Dunia 2002. Senegal tertinggal 0-1 lebih dulu lewat gol sundulan Henrik Larsson di menit 11, tapi di akhir laga mereka yang berhak lolos. Henri Camara menjadi bintang pertandingan dengan gol penyama kedudukan di menit 37, dan Golden Goal di menit 104. Sang Singa Teranga melaju ke perempat-final, tapi di babak itu justru Golden Goal yang membuat mereka tersingkir.

Ahn Jung-hwan (Korea Selatan vs Italia, menit 117)

Bisa dibilang ini adalah Golden Goal paling dramatis di Piala Dunia. Italia unggul satu gol berkat sundulan Christian Vieri di menit 18, tapi di menit 88 tuan rumah sukses menyamakan skor lewat sepakan Seol Ki-hyeon. Laga kemudian dilanjutkan ke perpanjangan waktu, dan di menit 117 Korea Selatan yang jadi pemenangnya. Sundulan Ahn Jung-hwan menggetarkan jala Gianluigi Buffon, dan membuat Italia tersingkir.

İlhan Mansız (Turki vs Senegal, menit 94)

Ini dia pencetak Golden Goal terakhir dan tercepat di Piala Dunia. İlhan Mansız, penyerang Turki yang saat itu berkarier di Beşiktaş, menjadi mimpi buruk Senegal dengan Golden Goal-nya hanya empat menit ketika babak perpanjangan waktu dimulai. Turki pun lolos ke semifinal dengan mengalahkan Senegal, yang ironisnya lolos ke perempat-final berkat Golden Goal lawan Swedia.

Nia Künzer (Final Piala Dunia Perempuan 2003)

Golden Goal juga sempat diterapkan di Piala Dunia Perempuan, dan menjadi penentu Jerman menjadi juara pada edisi 2003. Menghadapi Swedia di partai puncak, Birgit Prinz dan kolega imbang 1-1 di waktu normal, lalu sukses merengkuh gelar berkat Golden Goal bek tengah, Nia Künzer. Gol Nia juga menjadi gol terbaik di sepak bola perempuan tahun itu, sekaligus yang pertama didapatkan pemain asal Jerman.