Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018, Uruguay vs Prancis: Blunder Fernando Muslera Pastikan Kepulangan Uruguay

Stadion Nizhny Novgorod yang berkapasitas 43 ribu tempat duduk menjadi arena pertempuran di antara Uruguay dan Prancis pada babak perempat-final Piala Dunia 2018 malam tadi (6/7).

Sama-sama lolos dengan cara meyakinkan dari fase 16 besar membuat laga ini diprediksi akan berjalan intens sedari sepak mula. Tajuk utama yang disematkan pun jelas, kekokohan benteng pertahanan Los Charruas yang dikoordinasi Diego Godin melawan ketajaman lini depan Les Bleus pimpinan Antoine Griezmann.

Walau demikian, pelatih dari masing-masing kubu, Oscar Tabarez (Uruguay) dan Didier Deschamps (Prancis), terpaksa melakukan sedikit perubahan di laga ini sebab penyerang ganas Uruguay, Edinson Cavani, harus absen lantaran cedera sementara gelandang pekerja keras Prancis, Blaise Matuidi, ditepikan akibat akumulasi kartu.

Sebagai pengganti, Tabarez memainkan Christian Stuani buat jadi tandem Luis Suarez. Di sisi seberang, Corentin Tolisso diplot Deschamps untuk menempati pos gelandang serang kiri. Pasca-wasit Nestor Pitana asal Argentina meniup peluit tanda dimulainya laga, kedua belah pihak bermain dengan cukup hati-hati guna mencari tahu skema permainan tim lawan. Situasi ini pun memaksa ritme pertandingan di awal-awal menit babak pertama, berjalan cukup lambat.

Namun setelah lima menit, alur pertandingan mulai terlihat jelas dengan lahirnya aksi-aksi jual beli serangan yang Uruguay dan Prancis pertontonkan secara konstan. Mereka pun mulai beroleh peluang-peluang untuk mencetak gol walau selalu gagal dimaksimalkan.

Perlahan-lahan, utamanya setelah laga memasuki menit ke-20, Les Bleus muncul sebagai pihak yang dominan. Mereka lebih banyak menguasai bola guna melancarkan serbuan ke jantung pertahanan Los Charruas yang bertahan cukup dalam, rapat dan juga terstruktur.

Sayangnya, usaha-usaha yang dilakukan oleh Oliver Giroud, Griezmann, Kylian Mbappe sampai Paul Pogba, tak membuat Fernando Muslera kelimpungan dalam mempertahankan keperawanan gawangnya. Tak ingin senantiasa diteror oleh Prancis, Uruguay coba memanfaatkan situasi serangan balik guna memaksa Hugo Lloris berjibaku. Namun nahas, sejumlah percobaan yang mereka lakukan, juga tak membuahkan hasil.

Stadion Nizhny Novgorod akhirnya bergemuruh ketika laga menginjak menit ke-40. Berawal dari umpan tendangan bebas Griezmann di sisi kanan pertahanan Uruguay, Raphael Varane melompat lebih tinggi daripada pemain lain guna menyundul bola masuk secara mulus ke jala Muslera dan membawa Prancis memimpin terlebih dahulu.

Tersengat oleh gol itu, Uruguay langsung mengirim serangan balasan ke gawang usai laga dimulai kembali. Intensitas tekanan yang mereka buat juga lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Hanya berselang empat menit dari gol Varane, Los Charruas beroleh kesempatan untuk menyamakan skor. Sepakan bebas yang dihujamkan Lucas Torreira ke kotak penalti Les Bleus sukses menemui kepala Martin Caceres. Sialnya, sundulan figur berambut kuncir itu berhasil dimentahkan Lloris secara brilian dan membuat keunggulan Prancis tetap terjaga hingga babak pertama selesai.

Sehabis rehat, laga dimulai dengan tempo cenderung lambat dengan bola lebih banyak bergulir di area tengah. Namun seiring waktu, Griezmann dan kawan-kawan terlihat semakin menguasai jalannya pertandingan. Dengan sabar, mereka mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dan memanfaatkan ruang yang tersedia, untuk mengekspos celah yang ada di lini belakang Uruguay.

Enggan dikurung terus-terusan, Uruguay juga ngotot memaksimalkan kesempatan, khususnya saat memegang bola, dengan meluncurkan serangan balik kilat ke area pertahanan sang lawan. Akan tetapi, penyelesaian yang kurang sempurna dari sektor depan Los Charruas membuat gol yang mereka buru tak kunjung hadir.

Sebagai langkah mempertajam daya gedor, Tabarez memutuskan untuk menarik keluar Rodrigo Bentancur, dan Stuani guna digantikan oleh Maxi Gomez, dan Cristian Rodriguez di menit ke-59. Apesnya, harapan untuk melihat dampak instan dari pergantian ini malah berujung petaka buat Uruguay. Pasalnya, Prancis justru sukses memperlebar kedudukan.

Bermula dari penetrasi yang dilancarkan Les Bleus, bola akhirnya tiba di kaki Griezmann. Dalam posisi yang cukup bebas, pemain bernomor punggung 7 itu menghajar bola ke arah gawang Muslera dengan laju yang tak terlalu keras. Alih-alih menyelamatkan, tepisan kiper berusia 32 tahun itu malah berbuah blunder sehingga bola meluncur dengan sangat mudah ke dalam gawangnya sendiri.

Mengantongi keunggulan 2-0 membuat Prancis bermain santai. Praktis, bola lebih banyak mereka gulirkan di wilayah sendiri buat menghabiskan waktu. Di sisi lain, Uruguay seolah kebingungan mencari cara buat menembus lini pertahanan sang lawan.

Tensi laga perempat-final ini sendiri sempat memanas usai terjadi aksi saling dorong dari pemain-pemain Prancis dan Uruguay. Hal tersebut muncul setelah Mbappe tergeletak di lapangan sembari berpura-pura kesakitan walau hanya disentuh Rodriguez. Dua pemain ini pun akhirnya diganjar kartu kuning oleh Pitana.

Skor 2-0 akhirnya bertahan sampai pengadil lapangan berpaspor Argentina itu meniup peluit panjang. Dengan hasil ini, Les Bleus sukses melaju ke semifinal dan menunggu pemenang laga Belgia kontra Brasil sedangkan Los Charruas mesti pulang kampung diiringi air mata kesedihan.