Turun Minum Fantasy Premier League

Teropong FPL: Opsi Kapten Pembeda Blank Gameweek 35

Dengan melihat performa dan jadwal yang dimiliki, Mohamed Salah jelas menjadi kandidat kapten teraman, atau mungkin yang terkuat juga, yang bisa manajer FPL pilih di blank gameweek (BGW) 35. Satu-satunya cela yang ia miliki barangkali rekor pertemuannya dengan lawannya besok. West Bromwich Albion adalah salah satu klub yang belum berhasil dijebol gawangnya oleh Salah musim ini, selain Brighton & Hove Albion, Manchester United, dan Swansea City.

Akan tetapi, apakah Salah menjadi satu-satunya pemain yang menarik dipilih untuk sebagai kapten di pekan ini? Atau mungkin ada opsi lain yang lebih baik? Berikut kami sajikan beberapa kandidat kapten lain yang kiranya bisa dipertimbangkan oleh para manajer, terutama bagi yang berniat tampil beda di pekan ini:

 

perjudian yang mungkin terakhir kalinya dilakukan Wenger

Pierre-Emerick Aubameyang (lawan West Ham United, kandang)

Pro: Tidak kalah dengan Salah, Aubameyang juga memiliki penampilan yang konsisten. Sejak bergabung dengan tim Meriam London, Aubameyang tercatat sudah mencetak poin di enam dari delapan penampilan; sebuah catatan yang sama dengan yang dimiliki Salah dalam kurun waktu yang serupa.

Menariknya lagi, dibandingkan dengan Salah, dirinya akan bermain di kandang sendiri pada pekan ini. Bermain di Emirates Stadium, Aubameyang dan kolega cenderung berpesta gol. Tercatat, dalam lima dari enam laga kandang terakhir yang telah dijalani, Arsenal selalu mampu mencetak minimal tiga gol di sebuah pertandingan.

Kontra: Secara individu, kualitas Aubameyang memang tidak perlu kita ragukan sebagai kandidat kapten. Namun secara tim, calon manajer yang berniat mengapteninya perlu waspada akan rotasi yang mungkin dialami oleh rekan-rekan setimnya karena itu bisa mengurangi daya serang dari Aubameyang sendiri.

 

Kontrak Gabriel Jesus

Gabriel Jesus (lawan Swansea City, kandang)

Pro: Dengan tingginya produktivitas kandang Manchester City, yang selalu mencetak setidaknya dua gol di 14 dari 15 laga kandang terakhir, dan menghadapi Swansea yang hanya memiliki satu clean sheet di enam laga tandang terakhir, tentu membuat kita tergiur memiliki atau bahkan mengapteni pemain menyerang City di BGW 35.

Jika harus memilih pemain City mana yang kiranya layak diberikan ban kapten, Jesus mungkin bisa menjadi prioritas utama. Pemain yang pernah merumput di Palmeiras itu mampu mengisi kekosongan tempat yang ditinggalkan Aguero dengan penampilan yang memukau, dengan mencetak dua gol dan dua asis di tiga penampilan terakhir sebagai starter.

Lebih menariknya, Jesus memiliki memori indah saat bertemu Swansea, lawan yang akan dihadapinya besok. Di paruh kedua musim lalu, Jesus sukses menjebol gawang klub asal Wales tersebut sebanyak dua kali.

Kontra: Meski terlihat superior, memilih pemain City, seperti Jesus, sebagai kapten bukan tanpa risiko. Isi kepala Josep Guardiola susah untuk ditebak karena bisa saja ia memilih bermain tanpa penyerang, seperti yang terjadi pada GW 33 lalu kala menghadapi Manchester United.

 

Harga Wilfried Zaha

Wilfried Zaha (lawan Watford, tandang)

Pro: Bila Anda ingin benar-benar tampil berbeda di pekan ini, memilih Zaha sebagai kapten mungkin bisa menjadi perjudian yang sangat menarik. Sejak dimainkan lebih ke depan karena Christian Benteke yang cedera, Zaha berhasil mengemas tiga gol dalam dua pertandingan.

Bahkan, tanpa melihat posisi bermainnya yang lebih ke depan atau tidak, performanya tetap menjanjikan. Usai kembali bermain pasca-pulih dari cedera lutut, Zaha selalu berhasil mencetak gol atau asis di empat dari lima penampilan.

Secara lawan, Watford pun diketahui memiliki catatan pertahanan buruk saat bermain di depan pendukungnya sendiri. The Hornets tercatat sudah kebobolan sebanyak 30 gol atau yang terbanyak di antara klub-klub kandang Liga Inggris musim ini.

Kontra: Ada dua faktor risiko yang perlu diperhatikan sebelum memastikan pilihan kapten pada Zaha, yaitu performa tandang dan rekor pertemuannya dengan Watford. Bermain tandang di musim ini, Zaha baru mampu mencetak 40 poin atau rata-rata 3,3 poin per laga. Sementara, kontra Watford di kompetisi teratas Liga Inggris, gelandang asal Pantai Gading itu baru mengoleksi satu asis dari lima pertemuan.