Turun Minum Serba-Serbi

10 Darah Muda yang Siap Bergejolak di Liga 1 2018

Terhitung sejak ajang Piala Jenderal Sudirman yang digelar pada tahun 2015, melalui regulasi pemain berusia di bawah 23 tahun, para pemain belia di kancah sepak bola Indonesia seakan mendapatkan kesempatan lebih besar  untuk membuktikan diri. Karena pada masa sebelumnya, terkadang mereka baru bisa benar-benar dimainkan secara reguler ketika berada di usia matang.

Banyak dampak positif dari regulasi ini, sebab banyak sekali bakat-bakat yang kemudian menetas dalam rentang waktu tiga tahun saja. Proses regenerasi kemudian berjalan lebih cepat ketimbang masa-masa sebelumnya. Di kompetisi Liga 1 2017 lalu, nama-nama belia seperti Ricky Fajrin, Osvaldo Haay, Alfath Fathier, Made Andhika, dan Dandi Maulana berhasil membuktikan diri.

Siapaa saja pemuda-pemuda belia yang siap membuktikan diri tahun ini?

Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC)

Penampilan Syahrian Abimanyu begitu memukau di Piala Presiden 2018. Masih segar dalam ingatan bagaimana ia mencetak sebuah gol fantastis dari eksekusi bola mati ketika Sriwijaya FC berjumpa dengan Arema FC di babak perempat-final. Perawakannya kecil dan wajahnya juga tergolong imut untuk pemain yang beroperasi di sektor gelandang bertahan. Yang membuat Syahrian Abimanyu menjadi spesial adalah ia bermain taktis dan ketenangannya ketika berada di lapangan, tidak menyiratkan bahwa ia masih berusia 18 tahun.

TM Ichsan (Bhayangkara FC)

Bhayangkara FC tidak perlu khawatir ditinggal Evan Dimas Darmono yang hijrah ke Malaysia karena suksesor sepadan sudah mereka dapatkan sejak musim lalu. Nama lengkapnya adalah Teuku Muhammad Ichsan. Di Liga 1 2017 lalu, ia tercatat sebagai pemain termuda yang mencetak gol di kompetisi tersebut. Musim lalu ia bermain di 16 pertandingan, lebih banyak menjadi pelapis Evan. Kini pemuda kelahiran Bireun ini sudah siap mengambil peran seniornya dan membuktikan diri.

Foto: AyoBekasi.net

Hanis Saghara Putra (Bali United)

Anda boleh menyebut Hanis Saghara Putra sebagai “The Next Irfan Bachdim”, karena memang pemuda belia dari Bojonegoro ini mendapatkan bimbingan langsung dari bintang timnas Indonesia tersebut. Anda bisa melihat rekaman pertandingan Bali United berhadapan dengan Tampines di kualifikasi Liga Champions Asia, bagaimana Irfan begitu kegirangan ketika Hanis berhasil menyarangkan gol. Hanis dan Irfan memang memiliki banyak kesamaan. Mereka adalah pseudo-striker yang bertugas untuk memecah konsentrasi lawan.

Muhammad Zaenuri (Arema FC)

Nama lain dari Bojonegoro. Muhammad Zainuri adalah salah satu aktor penting yang membuat Perseru Serui tetap bisa bertahan di Liga 1. Penampilan apiknya di akhir-akhir kompetisi berhasil menyelamatkan tim Kuda Laut Oranye dari degradasi. Penampilan terbaiknya tentu ketika berhadapan dengan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Musim ini ia berseragam Arema FC.

Foto: Bola.com

Frets Butuan (PSMS Medan)

Frets Butuan mesti melanglang buana jauh dari Ternate ke Medan hanya agar bisa bermain sepak bola secara profesional. Gambaran kemampuan hebat Frets sudah banyak terlihat di ajang Piala Presiden 2018 lalu. Ia merupakan pewaris takhta para pelari cepat yang muncul di sepak bola Indonesia. Kelincahan dan daya ledak Frets akan menjadi salah satu hal menarik yang muncul dari sepak bola rap-rap khas PSMS Medan yang sudah lama kita tidak melihatnya di kompetisi level tertinggi.

Muhammad Arfan (PSM Makassar)

Hampir serupa dengan Syahrian Abimanyu, ketenangan dan kematangan Muhammad Arfan ketika bermain di lini tengah PSM Makassar seakan tidak menunjukkan bahwa ia baru berusia 20 tahun. Rasyid Bakri memang sudah pulih dan siap kembali berlaga untuk tim Juku Eja. Tetapi pelatih Robert Rene Alberts tentu tidak bisa mengesampingkan Arfan begitu saja. Ia adalah generasi penerus gelandang-gelandang hebat yang diproduksi oleh PSM Makassar.

Henhen Herdiana (Persib Bandung)

Di Liga 1 musim lalu, Henhen Herdiana masih berada di bawah bayang-bayang Supardi Nasir. Kini mengingat sang senior posisinya digeser ke area penyerangan, saatnya pemain berusia 22 tahun ini punya banyak kesempatan untuk membuktikan diri. Bahkan boleh jadi alasan utama pelatih baru Persib, Mario Gomez, menggeser posisi Supardi adalah agar Henhen bisa lebih banyak bermain dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Maka, Liga 1 2018 nanti adalah ajang bagin Henhen untuk unjuk gigi.

Irfan Jaya (Persebaya Surabaya)

Bagi Bonek, melihat Irfan Jaya jelas mengingatkan mereka kepada pelari cepat lain yaitu Andik Vermansah. Irfan merupakan salah satu aktor di balik keberhasilan Persebaya Surabaya untuk kembali ke kompetisi level tertinggi. Kemampuan hebat Irfan jelas membuat PSM Makassar menyesal tidak mengontraknya setelah sang pemain sempat memperkuat tim usia muda Juku Eja. Kini ujian besar tentu tengah menanti Irfan, bagaimana ia bermain untuk tim sebesar Persebaya yang baru saja kembali ke pentas tertinggi sepak bola Indonesia.

Birrull Walidain (Persela Lamongan)

Sebenarnya ada nama-nama pemain yang lebih senior seperti  Zaenal “Zay” Arifin, Eky Taufik, dan Agung Pribadi. Tetapi Aji Santoso kemudian memilih Ahmad Birrull Walidain sebagai suksesor almarhum Choirul Huda sebagai pemimpin baru Laskar Joko Tingkir. Selain karena memang putra daerah, penampilan Birrull musim lalu juga mengesankan. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini tampil di 26 pertandingan, dan berhasil mencetak dua gol. Sebagai kapten tim termuda di kompetisi Liga 1, tentu banyak sekali hal yang bisa ditunjukkan oleh seorang Birrull Walidain.

Foto: Tribunnews

Todd Rivaldo Ferre (Persipura Jayapura)

Pemain terbaik Liga 1 U-19 musim lalu. Todd Rivaldo Ferre adalah bakat terbaru yang muncul dari tanah Papua. Di partai final melawan Persib Bandung U-19, bagaimana gol dari tendangan bebas berkelas yang dicetak Todd Rivaldo mengunci kemenangan tim Mutiara Hitam muda, sekaligus mengantarkan mereka ke tangga juara. Kini ia sudah promosi ke tim senior Persipura Jayapura. Aksinya tentu amat ditunggu, mengingat bagaimana musim lalu Persipura juga sukses mengorbitkan bakat seorang Prisca Womsiwor.

Foto: Superball

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia