Cerita

Sadney Urikhob, Penyerang Kesayangan Publik Namibia yang Jadi Andalan Baru PSMS Medan

Meski hanya sanggup menjadi juara empat di turnamen Piala Presiden 2018, para pendukung PSMS Medan boleh optimis dengan peluang klub kesayangan mereka di Liga 1 Indonesia 2018. Apalagi, tim asuhan pelatih Djadjang Nurdjaman ini sekarang diperkuat penyerang eksplosif, Sadney Urikhob.

Pendatang baru di akhir tahun 2017 ini cukup mencuri perhatian dalam beberapa laga terakhir bersama PSMS. Di final juara tiga, ia terlihat berlari-lari lincah sambil sesekali memperlihatkan gerakan-gerakan berbahaya. Meskipun PSMS dihajar Sriwijaya FC dnegan skor 0-4, Urikhob adalah salah satu penggawa Ayam Kinantan dengan performa terbaik di laga tersebut.

Sebelumnya, Urikhob telah memberikan salam perkenalan yang manis kepada para pencinta sepak bola Indonesia. Satu golnya ke gawang Persebaya Surabaya di babak perempat-final cukup membantu PSMS lolos ke semifinal. Bersama rekannya asal Pantai Gading, Wilfried Yessoh, Urikhob siap menebar ancaman bagi para pemain belakang klub-klub Liga 1 nantinya.

Masuk ke Asia Tenggara lewat Thailand

Pemain kelahiran Windhoek ini pada tahun lalu bergabung dengan klub Polisi Tero FC di kasta tertinggi Liga Thailand, Thailand Premier League (TPL). Kepindahannya itu sempat membuat heboh media-media sepak bola Negeri Gajah Putih, karena ia membelot dari klub peserta TPL lain, Power FC. Keputusannya terbilang tepat, karena Power FC yang sebelumnya dikenal sebagai Osotspa, ternyata mengalami kebangkrutan sehingga harus terdegradasi ke kasta keempat.

Nasib sial itu merupakan yang kedua kalinya menimpa Urikhob. Sebelumnya, ia memperkuat Saraburi FC, klub yang juga harus menghentikan kegiatan operasionalnya akibat terkena krisis keuangan. Padahal ketika memperkuat Saraburi dan Power FC, aksi-aksi pemain kelahiran 19 Januari 1992 ini sempat memesona publik Thailand.

Selama tiga tahun bermain di kasta teratas Thailand, pemain tim nasional Namibia ini telah mencetak dua puluh gol. Asia Tenggara memang menjadi tempat bertualang yang pas bagi penyerang sayap yang telah membela tim nasional Namibia sejak tahun 2011 ini. Sebelum datang ke Thailand, Urikhob hanya membela klub-klub di Afrika.

Hingga musim 2014/2015, ia membela klub Civics FC yang berbasis di ibu kota Namibia, Windhoek. Sebelum itu, ia bermain untuk klub Afrika Selatan, Amazulu FC, meski terbilang kurang sukses. Urikhob juga tercatat pernah membela Ramblers dan Orlando Pirates Windhoek di Liga Namibia.

Menariknya, Urikhob sepertinya merupakan talenta yang sangat dibanggakan oleh negaranya. Salah satu media di Namibia, yaitu Namibian Sun, selalu memuat cerita petualangan pemain ini di Asia Tenggara. Dari kisah sedihnya diputus kontrak oleh Saraburi dan Power FC, hingga suka citanya bergabung dengan PSMS Medan, semua terangkum di kolom-kolom situsweb Namibian Sun.

“Seperti anak-anak Namibia pada umumnya, karier saya dimulai di jalan-jalan berdebu kota Windhoek,” tutur Urikhob seperti dikutip Namibian Sun. “Saat ini, saya sedang menjalani masa-masa menyenangkan di PSMS, klub bersejarah Indonesia. Saya akan menunjukkan kemampuan terbaik saya.”

Kami tunggu aksi-aksimu, Urikhob!

Author: Mahir Pradana (@maheeeR)
Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku ‘Home & Away’.