Eropa Inggris

Obat 75 juta Paun yang Tak Mujarab

Para penggemar Liverpool pasti sudah paham penyakit apa yang diderita tim kesayangannya. Penyakit lama yang tidak sembuh-sembuh ini mereka coba sembuhkan dengan berbagai cara. Salah satu obat yang dipercaya Liverpool adalah dengan membeli seorang bek baru. Jurgen Klopp selaku pelatih the Reds memilih mantan bek Southampton, Virgil Van Dijk, sebagai obat Liverpool untuk menghadapi penyakitnya. Jika belum ada yang tau penyakit Liverpool apa, penyakitnya berupa lini pertahahan yang sering jebol. Berapa pun gol yang dicetak para penyerangnya, para bek juga tidak mau kalah dengan kebobolan hampir sama banyaknya. Penyakit ini sering menyebabkan Liverpool kehilangan angka.

Obat Liverpool tersebut ditebus dengan harga yang tidak sedikit. 75 juta paun adalah harga yang harus dibayar the Reds untuk membeli Van Dijk. Dengan harga segitu, bek asal Belanda tersebut tentunya dipercaya mampu menambal kelemahan yang ada di dalam Liverpool. Debutnya terbilang cukup bagus, namun di pertandingan kedua, obat mahal ini tidak mampu bekerja semestinya dan membuat satu kesalahan yang membuat Liverpool bisa kalah dari tim papan bawah, Swansea City.

Obatnya tersebut dipakai lagi di lanjutan pergelaran kompetisi piala FA. Klopp dan anak asuhnya akan bertemu dengan West Bromwich Albion di Anfield. Bermain dengan tim lengkap, Liverpool mengawali jalannya dengan mulus. Laga baru berjalan lima menit, Roberto Firmino sudah bisa membuat timnya unggul. Sayangnya, keumggulan tersebut tidak berlangsung lama karena Jay Rodriguez berhasil menyamakan kedudukan dan beberapa menit setelahnya, penyerang WBA tersebut sukses membalikkan keadaan.

Ada dua keputusan penting yang diambil setelah melihat VAR. Satu adalah menganulir gol ketiga WBA, dan kedua adalah memberikan hadiah penalti kepada Liverpool. Sayangnya, Firmino gagal mengeksekusi tendangan penalti yang diberikan.

VAR juga berperan penting di babak kedua. Jika sebelumnya, teknologi ini seakan merugikan the Baggies, kali ini VAR membantu mereka untuk mensahkan gol ketiga yang akhirnya benar-benar terjadi. Mohamed Salah sempat mengejar ketertinggalan, namun Liverpool tidak bisa menyelamatkan dirinya dari kekalahan.

The Reds pun harus tersingkir dari piala FA. Penyakit Liverpool kambuh lagi dan menunjukkan gejala yang lebih parah dari sebelumnya. Total, mereka berhasil dijebol empat kali. Obat bernama Van Dijk yang dibeli seharga 75 juta paun nampaknya bukanlah obat yang mujarab. Atau mungkin penyakit Liverpool sudah sangat kronis sehingga obat semahal apapun tidak mampu menyembuhkannya? Bisa jadi.

Author: Budy Darmawan (@budydiew)
Penyuka sepak bola