Eropa Inggris

Ketika Setan Merah Pergi Berbelanja

Musim panas yang lalu, Manchester United sudah menghabiskan lebih dari 300 juta paun untuk berbelanja pemain. Tentu, 300 juta paun bukan jumlah yang kecil, bahkan untuk kelas United. Namun, nampaknya, jumlah tersebut “belum cukup” untuk meraih level performa yang diinginkan. Maka dari itu, Januari ini, Setan Merah hendak pergi berbelanja.

Mendatangkan pemain baru tidak sekadar membayar biaya transfer dan bersepakat soal gaji. Kedatangan pemain baru, idealnya, harus disesuaikan dengan kebutuhan tim. Alasan kedua, sebuah tim harus punya skuat yang seimbang, tidak berlebihan jumlah personal. Oleh sebab itu, ketika hendak membeli, mempertimbangkan keberadaan pemain lama juga perlu dilakukan.

United sendiri sudah berurusan dengan rumor penjualan pemain sejak bulan November 2017. Januari ini, “mewujudkan rumor” tersebut justru perlu segera dilakukan. Melepas pemain yang tak berkontribusi adalah syarat pertama untuk mendatangkan pemain. Dan, jika tak segera dilakukan, United perlu ingat, jendela transfer kali ini berdurasi pendek, satu bulan saja.

Ada beberapa posisi pemain, terbentang dari lini pertahanan, hingga lini depan, yang perlu mendapatkan sentuhan perbaikan.

 

peluang Shaw yang rentan cedera

Bek kiri

Masalah menahun Jose Mourinho adalah menemukan bek kiri yang, konsisten dan tidak rentan cedera. Ketika Luke Shaw kesulitan kembali ke kebugaran terbaik, maka masuk akal apabila performanya juga tak terdongkrak. Masalah ini sudah menjadi topik transfer United sejak lama dan Januari nanti adalah saat yang tepat untuk mencari solusi permanen.

United membutuhkan kejelasan, bukan soal nama besar saja untuk dijadikan pengganti Shaw. Pun, United tak bisa sekadar membuka penawaran dan mengajukan sejumlah besar uang. Jendela transfer musim dingin membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati.  Oleh sebab itu, United siap memasukkan nama Shaw ke dalam proposal penawaran sebagai daya tarik.

Daya tarik yang dimaksud adalah upaya membujuk Tottenham Hotspur supaya mau melepas Danny Rose, buruan lama United. Musim panas yang lalu, United sudah begitu dekat dengan tanda tangan Rose. Namun usaha mereka gagal lantaran manajemen Spurs adalah salah satu manajemen paling keras kepala di dunia untuk urusan mempertahankan, sekaligus menaikkan harga jual pemain.

Untuk melunakkan hati Spurs, United berencana mengajukan sejumlah dana, ditambah Shaw dalam proposal resmi. The Guardian tak menyebutkan angka pasti. Namun, metro.co.uk menyinggung nilai transfer sebesar 40 juta paun ditambah Shaw untuk Rose.

Model pembelian ini menarik. Mengapa? Karena Spurs tak perlu mencari pengganti Rose, yang mana akan sulit mereka lakukan di jendela transfer yang sempit. Sementara itu, United bisa menekan harga transfer yang sebelumnya dikabarkan menyentuh 60 juta paun. Memang, United akan merugi dalam diri “Shaw”. Namun, melepas pemain yang tak diperlukan lagi adalah bagus untuk bisnis.

Selain Rose, United bisa sedikit “berjudi” dengan sesegera mungkin mengikat Ryan Sessegnon. Bek kiri milik Fulham ini punya nilai pasar sekitar 30 juta paun. Ia masih berusia 17 tahun, namun sudah menarik perhatian Real Madrid. Sessegnon tak hanya bisa bermain sebagai bek kiri saja. Ia bisa bermain di semua posisi di sisi kiri. Sebuah investasi yang menarik.

 

Mikhi tidak bermain sebaik di awal-awal musim

Gelandang

Lini tengah menjadi lubang besar bagi United musim ini. Bukan soal ketersediaan pemain, namun penurunan performa. Januari ini, United perlu memikirkan masa depan Michael Carrick. Gelandang berusia 36 tahun tersebut absen hingga waktu yang tidak ditentukan karena masalah jantung. Sementara itu, performa Andre Herrera tak bisa selalu diharapkan.

Selain kedua pemain di atas, United juga bakal melepas Marouane Fellaini dan Henrikh Mkhitaryan. Kedua pemain ini sudah tidak masuk ke dalam rencana jangka panjang Mourinho. Melihat situasi di lini tengah, maka United diperkirakan bakal “membobol bank” untuk mencari solusi untuk lini ini. Setidaknya, United butuh dua gelandang baru.

Sama seperti masalah bek kiri, membeli gelandang yang baru di bulan Januari membutuhkan strategi yang berbeda. United tentu tak akan dengan mudah mendapatkan material tim utama, yang bermain sebagai andalan di klub lain.

Untuk mempersingkat proses pembelian, United perlu berhitung ulang terkait status calon pemain. Yang paling mudah didekati tentu mereka yang menjadi penghangat bangku cadangan. Ada satu nama yang masuk akal untuk dikejar di bulan Januari ini, yaitu Mateo Kovacic.

Gelandang asal Kroasia ini punya potensi besar yang tak terjamah oleh banyak penonton sepak bola karena keterbatasan menit bermain bersama Real Madrid. Kovacic bisa bermain sebagai gelandang bertahan dan gelandang sentral. Dua posisi di mana United sangat membutuhkan pengutan.

Melihat statusnya sebagai penghuni bangku cadangan, United bisa mendatangkan Kovacic dengan status pinjaman dan memasukkan klausul pembelian permanen. Apalagi, Madrid sendiri punya dua pemain muda yang bisa dimaksimalkan apabila Kovacic hengkang, yaitu Dani Ceballos dan Marcos Llorente. Mempertimbangkan segala situasi itu, maka Kovacic adalah nama gelandang tengah yang paling masuk akal untuk dikejar United.

Alternatif lain? Ada dua nama menarik, yaitu Fabinho dan Sergej Milinkovic-Savic. Namun ingat, keduanya adalah pemain inti di AS Monaco dan SS Lazio. Oleh sebab itu, selain akan dibanderol mahal, masing-masing klub pemilik tentu enggan melepas pemain andalannya di pertengahan musim. Kemungkinan mendapatkan keduanya akan membesar di musim panas 2018 nanti.

 

pribadi seorang Zlatan

Penyerang

Zlatan Ibrahomovic cedera dan performa Romelu Lukaku tengah menyedihkan dan sempat ditandu keluar lapangan di pertandingan pekan lalu. Yang terbaru, Mourinho menyebut bahwa Zlatan sebagai “pemain berusia 36 tahun dengan kondisi lutut yang buruk”. Sebuah sindiran yang bisa kita artikan bahwa United butuh penyerang yang lebih muda, tahan cedera, dan konsisten.

Satu nama yang tengah gencar dihubungkan dengan United adalah Paulo Dybala. Hubungan Dybala dengan manajemen Juventus yang tengah merenggang adalah situasi yang harus dimanfaatkan United. Namun, untuk satu dan lain hal, membeli penyerang, yang masih muda, berkualitas, dan berstatus pemain utama, lebih sulit mendatangkan gelandang dengan situasi serupa.

Untuk alasan itu pula, sampai saat ini, belum ada harga pasti terkait potensi transfer Dybala. Ada dua nilai transfer yang disebut dalam pemberitaan, yaitu 30 juta dan 60 juta paun. Apakah dua nilai itu merupakan valuasi yang terang untuk Dybala? Satu yang pasti, jika mengingat kembali status Dybala, maka nilai di atas 60 juta paun baru masuk akal. Meskipun hubungannya dengan Juventus merenggang, nilai pasar Dybala tak akan jatuh.

Demi lini depan yang lebih tajam dan berumur panjang, United butuh konsentrasi dan dana paling besar untuk perbaikan. Setelah 70 juta paun untuk Lukaku, bisa jadi, Januari ini United harus menyediakan tak kurang dari nilai yang sama untuk Dybala.

Daftar belanja United di atas disesuaikan dengan situasi pasar dan pemain itu sendiri. Apakah pembaca punya pendapat yang berbeda?

Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen