Other Editions

Bisikan Radamel Falcao serta Nasib Piala Dunia Kolombia dan Peru

Ada kejadian menarik dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL antara Kolombia dan Peru. Laga terakhir di grup yang teramat krusial bagi kedua negara tersebut, berakhir imbang dengan skor 1-1. Yang membuat menarik adalah, jelang laga berakhir, terlihat kapten sekaligus juru gedor utama Kolombia, Radamel Falcao, menghampiri beberapa pemain Peru.

Terungkap, bahwa Falcao meminta pemain-pemain Peru tersebut untuk “bermain lebih kalem”, mengingat skor 1-1 akan membawa keuntungan bagi kedua negara tersebut. Sontak saja, kelakuan penyerang AS Monaco ini mengundang spekulasi tentang adanya match-fixing atau pengaturan laga.

Laga tersebut memang berlangsung seimbang. Megabintang Kolombia yang bermain di Bayern München, James Rodriguez, membuka keunggulan di menit 56, namun, disamakan dua puluh menit kemudian melalui tendangan bebas Paolo Guerrero. Akibat gol Guerrero tersebut, skuat Peru pun terlecut semangatnya, mengingat mereka juga bertanding di hadapan publik sendiri.

Falcao mungkin sadar akan hal itu, dan tindakannya adalah antisipasi gol kedua Peru yang menyebabkan situasi Kolombia menjadi gawat. Nasib berpihak bagi Falcao (dan kedua negara), skor akhir tidak berubah, Kolombia lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2018, dan Los Incas akan menjalani babak play-off menghadapi Selandia Baru.

Tuduhan bahwa Kolombia dan Peru main mata pun menyeruak. Falcao sendiri pun mengakui kelakuannya tersebut.

”Kami tahu hasil yang terjadi dari laga lain, kami bermain dengan mengetahui hasil tersebut, dan saat itu, saya berupaya untuk menyalurkan apa yang saya ketahui tentang hasil tersebut,” ujar Falcao dikutip dari GOAL.

Meskipun begitu, mantan pemain Manchester United dan Chelsea ini menyangkal bahwa ia meminta hasil seri kepada lawannya. Ia mengatakan bahwa kedua tim bertarung hingga peluit panjang dibunyikan.

“Saya pikir Peru adalah lawan yang berat, mereka bertarung 90 menit lamanya, sama seperti kami. Laga sendiri berlangsung dengan ketat. Kami sempat menderita, namun akhirnya kami berhasil lolos,” tukas Falcao dikutip dari Independent.

Pemain bertahan Peru, Renato Tapia, mengaku bahwa ia didatangi oleh Falcao. Dikutip dari GOAL, pemain milik klub Belanda, Feyenoord, ini mengatakan bahwa Peru sedang fokus ke laga, namun didatangi oleh pemain Kolombia. Secara pribadi, Tapia sendiri langsung diajak bicara oleh Falcao, yang mengatakan bahwa apabila skor 1-1 bertahan hingga akhir laga, mereka berdua akan lolos.

Tindakan Falcao terhadap Peru disangka sebagai bentuk perjanjian antara kedua negara. Bahkan, komentator laga tersebut menyebut apa yang dilakukan negara sebagai “Pact of Lima” atau “Perjanjian Lima”. Tentu saja, hal ini dibantah, terutama oleh pelatih utama Peru, Norberto Solano. Mantan pemain Newcastle United dan Aston Villa ini mengatakan bahwa kedua tim sama-sama mengincar kemenangan, dan perjanjian yang disebut-sebut hanyalah spekulasi.

Menarik tentunya, apa yang dilakukan Falcao terhadap lawannya. Pertanyaan tentang sportivitas pun menyeruak, namun demi nama harum negara sendiri, segala cara terasa legal untuk dilakukan.

Author: Ganesha Arif Lesmana (@ganesharif)
Penggemar sepak bola dan basket

Related Posts