Membenahi mental
Ketidakberhasilan merengkuh satu gelar pun medio 2014-2016 silam, meski menembus tiga partai final dari ajang-ajang presitisius yakni Piala Dunia dan Copa America, sudah barang tentu menghadirkan dampak psikis bagi para pemain. Beban yang selama ini mereka tanggung pasti terasa semakin berat akibat kegagalan itu.
Keadaan ini juga patut menjadi perhatian khusus Sampaoli karena diakui atau tidak, meski punya skuat yang dijubeli pemain bintang, prestasi Argentina justru tidak sepadan dan makin tertinggal dari rival-rival di kawasan Amerika Latin.
Mentalitas yang kuat begitu dibutuhkan oleh Argentina, khususnya oleh generasi anyar yang kelak bisa dijadikan tumpuan jika prestasi dari generasi Messi stagnan dan gagal menghadiahkan sesuatu.
Lebih jauh, berjubelnya banyak pemain bintang tentu memengaruhi mental tim secara keseluruhan. Ego besar dan sikap yang seenaknya yang mereka tunjukkan bisa menjadi malapetaka. Tak heran jika kubu Argentina juga sering diterpa isu miring perihal adanya kelompok-kelompok pemain tertentu di dalam skuat. Bila hal ini tak bisa diatasi, sungguh sulit rasanya untuk melihat Argentina tampil sebagai satu kesatuan.
Menjadikan para pemain sebagai tim yang utuh dan siap berjuang demi kesuksesan Argentina adalah hal mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi.
Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional