Belajar untuk melepas ketergantungan terhadap Messi
Sebagai pesepak bola top dan bahkan mungkin yang terbaik di muka bumi, terasa wajar bila kita meletakkan asa bahwa Argentina bisa berprestasi kembali semasa Messi tetap bermain. Hal ini sendiri tampak susah dibantah oleh siapa pun, tak terkecuali pendukung setia Argentina.
Selama ini, Argentina memang begitu identik dengan Messi, seolah-olah lelaki berumur 30 tahun ini jadi satu-satunya figur yang bisa menyelesaikan segala masalah dan mempersembahkan gelar buat La Albiceleste. Namun patut diingat, sepak bola bukanlah permainan individu. Ada sebelas pemain yang bahu membahu supaya tim mereka bisa memetik kemenangan dan berprestasi.
Keadaan ini juga yang seharusnya coba diminimalisasi oleh pelatih-pelatih Argentina, termasuk Sampaoli. Mereka boleh tetap mengandalkan Messi tapi bukan berarti pusat gravitasi permainan Argentina selalu ada di tangannya. Siapapun dia, selama mengenakan kostum timnas Argentina, sudah sewajibnya untuk ikut berperan dalam setiap langkah yang diperlukan tim.
Jangan sampai masalah klasik Argentina tak berdaya di sebuah pertandingan lantaran Messi dikawal ketat pemain bertahan sehingga kesulitan berkembang di sepanjang laga atau sedang off form, terus terjadi.