Gelandang

Nur Iskandar
Setelah dua kali mendapat peluang bersih yang gagal menjadi gol, akhirnya peruntungan pemain sayap Sriwijaya FC ini berubah di babak kedua. Memang bukan gol yang dicetaknya, tapi asisnya untuk Beto Goncalves mengukuhkan kemenangan 2-0 atas Persela Lamongan dan menaikkan posisi Laskar Wong Kito ke peringkat 12 klasemen sementara.

Paulo Sérgio
Gol kelas dunia! Tendangan jarak jauh gelandang lulusan akademi Sporting Lisbon ini mengoyak jala gawang Muhammad Natshir dan membuat babak pertama menjadi milik Bhayangkara FC. Selain satu gol mamayo yang dikemasnya, Paulo Sérgio juga membuat dua umpan kunci, namun gagal diselesaikan Ilija Spasojević dan Ilham Udin Armaiyn.

Irfan Bachdim
Sylvano Comvalius memang mengukir dua asis di laga kontra Perseru Serui, tapi secara keseluruhan menurut kami, penampil terbaik di pertandingan itu adalah sang pencetak gol pertama, Irfan Bachdim.
Gol Irfan sangat krusial, karena menjadi pemecah kebuntuan dan datang di saat yang tepat, yakni jelang jeda turun minum. Ini merupakan gol ketujuh Irfan yang menjadikannya pemain tersubur kedua di Bali United bersama Marcos Flores.

Bayu Gatra
Peran Bayu Gatra memang selalu krusial dalam pertandingan Madura United musim ini, dan saat melawan ke Stadion Petrokimia, Bayu Gatra kembali mengeluarkan magisnya dengan menjadi kreator di dua gol Laskar Sapeh Kerrab.
Gol pertama yang dicetak Engelberd Sani diawali dari umpan panjang Bayu pada Greg Nwokolo yang menjadi pemberi asis, kemudian gol ketiga Madura United yang dicetak Fachruddin Aryanto berawal dari sepak pojoknya yang dipantulkan oleh Fabiano Beltrame.

Douglas Packer
Lagi-lagi gol mamayo yang lahir dari kaki marquee player. Sepakan keras Douglas Packer meluncur deras ke gawang Jandia Eka Putra dan membuat Barito Putera mengamankan posisi di peringkat delapan, sekaligus mengirim Semen Padang ke posisi 15. Batas antara zona aman dan zona degradasi.