Eropa Inggris

Marcus Rashford dan Anthony Martial: Dua Tanduk Manchester United

Martial: Pendekatan personal

Semasa masih membela AS Monaco, Martial pernah seperti “dipermalukan”. Leonardo Jardim pernah menariknya keluar, padahal Martial baru saja masuk di lapangan sebagai pemain pengganti. Alasan Jardim adalah Martial tak bisa menjalankan instruksi dan justru membuat skema permainan menjadi kacau.

Situasi yang tak mengenakkan juga terjadi ketika Monaco masih dilatih Claudio Ranieri. Hampir di setiap latihan, Ranieri memacu Martial. Pelatih asal Italia itu ingin melihat Martial berlatih lebih keras. Ranieri tak ingin Martial mengubur bakatnya sendiri karena tak fokus. Sebagai pesepak bola, psikis dan mental pemain asal Prancis ini memang tidak terlau stabil.

Martial dikenal sebagai pemain “yang malas” ketika bertanding. Beberapa kali, Mourinho perlu sampai memberi sinyal kepada Martial dengan bertepuk tangan untuk lebih rajin mengejar bek lawan ketika United kehilangan bola. Energi besar yang bersemayam dalam diri Martial seperti terbuang percuma.

Paul Scholes pernah mengungkapkan bahwa Martial seperti tak peduli ketika ia membuang banyak peluang. Martial berani mengambil inisiatif di depan, tapi tak efektif. Ketika bermain melebar, sering terjadi, Martial seperti pemain satu dimensi. Menerima bola di sisi lapangan, lalu mencoba melewati bek lawan. Ia seperti tak peka, bahkan waspada dengan keberadaan kawan dan lawan.

Namun ketika berada dalam situasi hati yang mendukung, Martial adalah penyerang yang juga komplet. Kemampuanya menarik bek lawan keluar dari posisi sangat bermanfaat dalam proses membangun serangan. Martial diberkahi dengan teknik menendang bola yang sangat baik, membuatnya menjadi penyelesai peluang yang andal.

Martial perlu pendekatan personal. Mungkin seperti cara United mengubah Ronaldo menjadi lebih efisien. Ronaldo, yang “liar” itu, dan gemar unjuk diri, bisa dijinakkan dan dilibatkan penuh dalam skema. Suasana hatinya yang mudah berubah juga sama seperti Martial. Kehati-hatian dalam membangun mental Martial adalah pekerjaan besar untuk Mourinho.