Nasional

Nostalgia Perang Bintang Liga Indonesia

Perang Bintang 2006: Bintang Barat vs Bintang Timur

Kepuasan terbesar dari menyaksikan laga Perang Bintang sebenarnya didapatkan ketika Liga Indonesia dilangsungkan dengan format dua wilayah. Dengan begini, pemain-pemain terbaik dari masing-masing wilayah akan dipertemukan di laga hiburan tersebut.

Format ini terakhir kali dipakai pada tahun 2006, ketika Liga Indonesia memang menganut pembagian dua wilayah. Bintang Barat dipadati nama-nama terkenal dari klub-klub peserta wilayah barat, antara lain Hamka Hamzah dan Ismed Sofyan (Persija), serta Maman Abdurrahman dan Redouane Barkaoui (Persib).

Sedangkan wilayah timur menampilkan nama-nama kelas berat dari timur, seperti Syamsul Chaeruddin (PSM), Ricardo Salampessy (Persipura) dan Rahmat Rivai (Persiter Ternate). Sayang, mereka harus mengakui keunggulan Bintang Barat dengan skor 0-3.

Perang Bintang 1995 dan 1996: Bintang Barat vs Bintang Timur

Ada masa ketika Perang Bintang cenderung lebih dinantikan ketimbang pertandingan Liga Indonesia sendiri. Antusiasme ini dirasakan para penggemar sepak bola Indonesia di Liga Indonesia pertama dan kedua, yaitu pada tahun 1995 dan 1996.

Laga bergengsi Para bintang wilayah barat melawan para maestro wilayah timur juga dilangsungkan pada waktu jeda ketika kompetisi baru akan memasuki putaran kedua. Ini membuat antusiasme para penonton, apalagi pemain, sedang tinggi-tingginya. Ini terlihat dari hiburan tingkat tinggi yang terjadi pada dua pelaksanaan Perang Bintang pertama. Pada tahun 1995, Bintang Timur yang diperkuat Roger Milla mengungguli Bintang Barat dengan skor 5-4. Setahun kemudian, laga para bintang berakhir dengan skor 3-3.

 

Author: Mahir Pradana (@maheeeR)
Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku ‘Home & Away’