Bek

Alsan Sanda
Meski kemenangan yang didapat timnya sangat kental dengan aroma kontroversi, tapi secara individu, bek kiri Bhayangkara FC ini bermain apik, lugas, tanpa kompromi. Alsan Sanda sukses mematikan pergerakan Patrich Wanggai dan efektif dalam membantu serangan. Satu-satunya kekurangan pemain berusia 25 tahun ini adalah kegagalan membendung sprint Terens Puhiri yang memberi asis untuk gol Shane Smeltz.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1295978/original/075250800_1469206051-_20160722NH_Hansamu_Yama_Barito_01.jpg)
Hansamu Yama Pranata
Ia kembali menjadi pahlawan Barito Putera. Setelah mencetak gol pembuka saat bersua Sriwijaya FC dua pekan lalu, kali ini Hansamu menjadi penyelamat Laskar Antasari ketika menjamu salah satu kandidat juara, Persipura Jayapura. Sepakan first-time sang kapten Timnas U-22 melaju mulus ke gawan Yoo Jae-hoon dan menghindarkan Barito Putera dari kekalahan kedua secara beruntun.
https://www.youtube.com/watch?v=Vd_vPVrrbqs

William Pacheco
Koneksinya dengan sang kapten, Ismed Sofyan, kembali ia tunjukkan saat mengalahkan Perseru Serui. Lewat skema tendangan bebas yang dilakukan Ismed di samping kotak penalti Perseru, Pacheco menanduk bola yang menjadi satu-satunya gol di pertandingan itu. Pacheco kini menjadi bek tersubur dengan raihan lima gol, dengan empat di antaranya didapat melalui asis dari Ismed Sofyan, baik via tendangan bebas maupun sepak pojok.

Marko Kabiay
Melakukan debutnya bersama Arema FC dan bermain di kandang lawan, pemain yang berposisi di bek kanan ini sanggup melaluinya dengan mulus. Septian David Maulana dibuat kesulitan dengan pengawalannya, bahkan bintang Timnas U-22 itu sampai “mengungsi” ke sisi seberang untuk menghindari Kabiay.
Kabiay merupakan rekrutan anyar Arema FC di putaran kedua, namun baru mendapat kesempatan turun di pertandingan kontra Mitra Kukar karena Joko Susilo ingin memastikan dulu bahwa sang pemain memang siap diturunkan. Keputusan yang tepat dan jeli dari Gethuk.