Eropa Inggris

Nama-Nama Superior di Lini Tengah Manchester City

Yaya Toure

Pemain asal Pantai Gading ini adalah monster. Ketika berada di puncak performanya, Yaya Toure hampir sulit dihentikan oleh pemain lawan. Fisiknya yang tinggi besar membuat Yaya Toure bisa berduel dengan segala jenis pemain lawan. Kakinya yang panjang membuat bola di kakinya sangat sulit direbut.

Yaya Toure adalah kunci keberhasilan Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini ketika menjuarai Liga Primer Inggris. Tak hanya kokoh secara fisik, saudara kandung Kolo Toure tersebut punya visi yang sangat baik. Penetrasinya ke arah gawang menjadi senjata yang mematikan. Goal threat yang sangat tinggi sebagai gelandang membuatnya menjadi sangat produktif.

Di bawah asuhan Guardiola, Yaya Toure memang kehilangan tempatnya di tim utama. Namun, Guardiola tak benar-benar melupakan keberadaan mantan anak asuhnya di Barcelona itu. Manajer plontos tersebut “menantang” Yaya Toure untuk kembali ke performa terbaik. Guardiola masih berharap Yaya menjadi bagian integral Manchester City.

Fernandinho

Keberadaan pemain seperti Fernandinho ini memang sering terlupakan. Gelandang bertahan, dipandang tak krusial seperti playmaker, penyerang, atau bahkan bek sayap. Betul, bek sayap sudah dianggap sebagai komoditas panas di jendela transfer musim panas yang lalu. City sendiri memboyong tiga bek sayap baru, yang berkualitas, dan tentu saja mahal harganya.

Oleh sebab itu, keberadaan pemain seperti Fernandinho tak selalu dibutuhkan karena bek sayap modern bisa bermain di tengah layaknya gelandang. Namun, tanpa pemain asal Brasil ini, gelandang serang City tak akan nyaman bermain seperti sekarang ketika mendukung barisan penyerang. Dibutuhkan satu pemain untuk mengawasi ruang di belakang para penyerang.

Fernandinho, ketika berada di puncak performanya, adalah salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia. Ia jeli membaca pertandingan, dan mencegah lawan menyusun serangan dengan nyaman. Salah satu kelebihan Fernandinho adalah aspek menyerang yang juga tinggi. Tembakan jarak jauh juga salah satu senjata yang bisa diandalkan.

Fabian Delph

Tentu, nama pemain satu ini bukan pilihan utama. Fabian Delph memang didatangkan untuk menambah kedalaman skuat di lini tengah. Terutama, Delph menjadi pemain alternatif ketika Yaya Toure tengah mengalami penurunan performa dan Gündogan masih terlalu sering berkutat dengan cedera.

Pemain berusia 27 tahun ini memang bukan pilihan utama. Namun, tentu ada alasan mengapa Guardiola memilih masih menyimpan nama mantan pemain Aston Villa tersebut. Sebagai pemain asli Inggris, Delph menambah kuota pemain homegrown. Dan tentu saja, kualitasnya tak buruk-buruk amat.