Gelandang
Andres Guglielminpietro
Ketimbang menyebut namanya yang panjang dan cukup sulit dilafalkan tersebut, publik sepak bola Italia lebih mengenalnya dengan nama Guly. Direkrut Inter secara gratis usai dilepas AC Milan pada Agustus 2001, pemain asal Argentina ini tak pernah bermain maksimal. Selama tiga musim membela panji Inter, Guly justru lebih banyak absen akibat masalah fisik. Dirinya pun hanya berlaga di 48 pertandingan bersama Inter.

Kerlon
Pemain asal Brasil ini disebut-sebut oleh media sebagai salah satu bakat terbaik dari Brasil di masanya. Karena hal itu pulalah manajemen Inter berkenan untuk memboyongnya ke Italia via Chievo Verona. Namun harapan I Nerazzurri menyaksikan Kerlon berkembang layaknya apa yang diungkapkan media malah jauh panggang dari api. Pemain kelahiran Ipatinga ini malah tak sekalipun mencicipi rasanya mengenakan jersey Inter walau mengabdi di Appiano Gentile, markas latihan Inter, selama empat musim. Serentetan cedera membuat Kerlon lebih akrab dengan meja operasi ketimbang lapangan.
Ruben Botta
Tanpa diduga-duga sebelumnya, Inter mendatangkan pemain asal Argentina ini dari klub Meksiko, Tigre, pada Agustus 2013 yang lalu. Kemampuannya yang cukup baik diyakini bakal memberi keuntungan bagi Inter. Namun sayang, pemain berpostur 177 sentimeter ini gagal memenuhi harapan. Botta sulit menembus tim utama dan justru kerap dirundung cedera. Selama dua musim berkiprah di kota Milan, cuma 12 kali Botta mengenakan seragam sakral kepunyaan I Nerazzurri.
Aparecido Cesar
Bareng Lazio dalam kurun 2001-2006, penampilan Cesar sungguh ciamik sebagai pemain yang cakap menyisir sektor sayap kiri. Performa itu juga yang lantas mendorong Inter buat meminjamnya untuk kemudian ditebus secara permanen di bulan Januari 2006. Sialnya, kilau Cesar justru meredup kala berkandang di Stadion Giuseppe Meazza. Dirinya kalah bersaing dengan Cristian Chivu dan Maxwell Andrade yang jauh lebih konsisten. Tak ayal, Cesar pun hanya merumput sebanyak 36 kali selama dua musim berkostum Inter.