Persiapan yang matang, eksekusi yang cepat
Persiapan City bisa dibilang cukup matang, jika kita tak bisa menggunakan kata “sempurna” di sini. Setidaknya, City menutup semua kelemahan besar yang mereka tunjukkan musim lalu. Dari sektor penjaga gawang, dua bek sayap, dan gelandang kreatif sebagai solusi ketika David Silva dan Kevin De Bruyne macet.
Di bawah mistar, Claudio Bravo tak menunjukkan kecakapan yang diharapkan, seperti yang ia tunjukkan bersama Barcelona dua musim yang lalu. Meski sudah sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan Guardiola, Bravo terlalu banyak kebobolan. Meski memang, banyaknya gol yang Bravo derita juga disebabkan lini pertahanan yang angin-anginan.
Sebagai solusi, Guardiola memboyong Ederson Moraes dari Benfica. Profil Ederson tak berbeda seperti Bravo. Mereka sama-sama nyaman dengan bola dan jeli melepas umpan lambung. Dan di awal musim ini, Ederson menunjukkan bahwa statusnya sebagai kiper termahal kedua setelah Gianluigi Buffon bukan status kosong.
Untuk lini bertahan, terutama menyelesaikan masalah di bek sayap, Guardiola melepas nama-nama seperti Bacary Sagna, Pablo Zabaleta, Gael Clichy, dan Aleksandar Kolarov. Dan tak tanggung-tanggung, tiga bek sayap dengan profil mewah diboyong Guardiola dalam waktu yang berdekatan.
Untuk bek sayap kanan, dua pemain baru masuk. Mereka adalah Kyle Warker dari Tottenham Hotspur dan Danilo dari Real Madrid. Untuk sisi kiri, Benjamin Mendy dari AS Monaco yang dipilih. Ketiga bek ini mempunyai kelebihan yang dibutuhkan Guardiola.
Ketiganya punya aspek menyerang yang sangat baik. Gemar naik ke wilayah lawan, baik Walker, Danilo, dan Mendy menjadi akses serangan diri sisi lapangan. Jika dibutuhkan, ketiganya bisa bermain lebih ke dalam (narrow), menyesuikan dengan kesukaan Guardiola akan bek sayap yang bisa bermain di tengah lapangan.
Untuk gelandang serang, Bernardo Silva menjadi pemain pertama yang didatangkan City di jendela transfer musim panas yang lalu. Pemain asal Portugal ini, musim lalu, menjadi bagian penting, menjadi mesin penggerak Monaco yang berhasil menembus babak semifinal Liga Champions. Bernardo diharapkan menjadi solusi di tengah, melengkapi Silva dan De Bruyne.
Gerak City di jendela transfer cukup cepat. Meski gagal mendapatkan Alexis Sanchez di penutupan jendela transfer, skuat City sudah cukup seimbang. Cepatnya kerja mereka memungkinkan pemain baru mendapat waktu lebih untuk mengenal skuat yang ada. Sebuah kelebihan, persiapan yang penting menjelang Liga Champions.