Garuda Muda unggul secara statistik
Penguasaan bola memang tidak selalu menjadi patokan. Namun, laga tadi membuktikan bahwa Egy dan kolega mampu menguasai bola sekaligus memenangkan pertandingan.
Timnas Indonesia U-19 menguasai bola sebanyak 67 persen dan akurasi umpan termasuk tinggi (mencapai 87 persen). Bandingkan dengan tim tuan rumah yang akurasi umpannya hanya mencapai 76 persen.
Sekalipun di babak pertama mengalami demam panggung, tetapi Indonesia mampu menunjukkan permainan menyerang yang terbuka. Terbukti, Merah Putih mampu mendapat dua gol dan poin penuh.

Strategi brilian Indra Sjafri
Sehebat-hebatnya tim, tentu tidak berarti apa-apa tanpa peran pelatih. Nah, pelatih Indra Sjafri sadar bahwa harus ada perubahan strategi saat tertinggal di babak pertama. Dan ternyata perubahan tersebut membuahkan hasil.
Bergesernya Egy ke tengah, menjadi second striker yang kerap mengejutkan pertahanan, digantinya Firza oleh Samuel Simanjuntak dan masuknya tiga pemain pengganti (Asnawi Mangkualam, Feby Eka, dan Syahrian Abimanyu), membuat Indonesia lebih sigap mengantisipasi serangan balik Myanmar.
Author: Yasmeen Rasidi (@melatee2512)