Eropa Spanyol

Timnas Spanyol, Calon Kuat Juara Piala Dunia 2018?

Taktik moncer Julen Lopetegui

Faktor lainnya adalah cairnya taktik yang diterapkan Julen Lopetegui bersama timnas Spanyol. Anti-tesis dari apa yang disebut media sebagai tiki-taka khas Spanyol sepertinya sudah diterapkan oleh lawan-lawan Negeri Matador ketika mereka tak berdaya di tahun 2014 dan 2016.

Kini, Spanyol tidak melulu bermain dengan ball possession yang tinggi, namun juga melalui serangan cepat dari counter attack. Lopetegui tidak terpaku pada satu konsep saja dan itu membuat permainan Spanyol lebih variatif dan tidak mudah terbaca. Spanyol yang sekarang jauh lebih fleksibel dan itu bisa menjadi faktor yang memenangkan mereka di Piala Dunia nanti.

Walaupun begitu, masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi Lopetegui dari timnya. Salah satunya adalah lini penyerangannya. Gol-gol Spanyol lebih banyak datang dari lini tengahnya yang begitu superior. Memang, skema Spanyol tidak begitu bergantung pada penyerangnya untuk mencetak gol, namun tetap saja mereka harus lebih tajam di depan gawang.

Untuk saat ini, sepertinya nama Alvaro Morata adalah pilihan utama Lopetegui untuk posisi penyerang di timnya. Kepindahan Morata ke Chelsea sedikit banyak membantu eks pelatih FC Porto itu dan bagi timnas Spanyol sendiri.

Di Chelsea, Morata mampu mendapatkan menit bermain jauh lebih banyak dari yang ia dapatkan ketika masih di Real Madrid. Dan itu akan sangat membantu menambah pengalamannya menjadi seorang penyerang utama di satu tim. Sebelumnya, Morata hanya selalu menjadi penyerang cadangan, baik di Madrid maupun Juventus, tapi kini, Morata memiliki tanggung jawab untuk menjadi tumpuan utama di lini depan.

Tentu Spanyol harus bekerja keras, mengingat negara-negara lain, seperti Jerman, Prancis, dan juga Brasil, tidak akan membiarkan Spanyol melenggang mudah di Rusia nanti. Namun, kini, Spanyol memiliki alasan untuk optimis menyambut Piala Dunia 2018 nanti.

Mari kita tunggu, apakah Spanyol mampu kembali berjaya dan menjadi juara, atau mimpi buruk kandas di fase grup seperti tahun 2014 lalu terulang kembali di tanah Rusia yang dingin dan dirundung gelap yang panjang.

Author: Ganesha Arif Lesmana (@ganesharif)
Penggemar sepak bola dan basket