
Suhandi
Baru lima pertandingan dimainkan di awal musim Liga 2, ia sudah membuat sensasi dengan mencetak gol di lima laga berturut-turut. Kontribusinya bagi PSMS Medan sangat besar, terbukti ketika ia absen karena izin menikah dan akumulasi kartu kuning, Ayam Kinantan langsung takluk dari para lawannya.
Uniknya, eks pemain PS TNI di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini berposisi asli sebagai gelandang serang, tetapi justru lebih subur saat ditempatkan sebagai penyerang. Tampaknya Suhandi memang ditakdirkan sebagai pemain serba bisa, karena pelatih PSMS, Mahruzar Nasution, mengatakan kalau Suhandi juga bisa bermain di segala kondisi lapangan.
Sinar terang Suhandi di Liga 2 adalah berkah tersendiri bagi Indonesia, karena dari tahun ke tahun sejak era Kurniawan Dwi Julianto dan Bambang Pamungkas, timnas kita selalu kesulitan melakukan regenerasi penyerang.

Ichsan Pratama
Gelandang lincah dengan tendangan geledek. Ia menjadi motor serangan PSPS Riau bersama Defri Riski dan sukses membawa Asykar Bertuah memuncaki klasemen sementara Grup 1 di Liga 2. Eks gelandang Barito Putera ini juga masih “cukup umur” untuk diberi kesempatan bermain di timnas, karena baru berusia 25 tahun.
Memiliki pemain seperti Ichsan akan sangat berguna bagi timnas, karena dengan kemampuan tendangan jarak jauhnya, ia dapat menjadi pemecah kebuntuan saat tim Garuda menemui tembok kokoh di pertahanan lawan.
Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.