
Thanabalan Nadarajah
Melihat pemain 22 tahun ini bermain di laga perdana kontra Brunie Darussalam, saya langsung ingat Kunanlan Subramaniam, sayap kanan timnas Malaysia di Piala AFF 2010 yang menjadi mimpi buruk bagi Muhammad Nasuha, yang kala itu menjadi bek kiri utama timnas senior.
Saya juga jengah tiap kali orang menyebut dan menulis Thanabalan sebagai penyerang tengah. Memang di level klub, ia adalah seorang penyerang sayap. Tapi di timnas Malaysia, Thanabalan adalah gelandang sayap kanan yang eksplosif. Daya eksplosifnya ini yang membuat media acap keliru melabelinya sebagai penyerang. Setajam apapun Cristiano Ronaldo, ia tetap jengah disebut sebagai penyerang tengah. Saya rasa cara pandang tersebut yang cocok diterapkan untuk Thanabalan.
Ia punya naluri gol yang tinggi dan kecepatan yang sangat baik dalam menyisir sisi sayap. Sebagai pemain dengan daya ofensif yang baik, tak heran bila ia sukses mencetak empat gol selama turnamen, termasuk satu gol penentu ke gawang Indonesia yang memilukan di partai semifinal lalu. Sialnya, di final, ia bertemu dengan tembok kokoh Negeri Gajah Putih yang hanya tembus satu kali gawangnya selama perjalanan menuju final.