Nasional Bola

Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan

Liga 1
Sylvano Comvalius, mesin gol Bali United di Liga 1. Kredit: Bali United

Teknik menendang

Determinasi tinggi harus dibarengi dengan teknik menendang bola. Sebagai seorang penyerang, Comvalius punya dasar membidik gawang dengan baik. Satu gol ke gawang Mitra Kukar dan satu lagi ke gawang Semen Padang menjadi contohnya. Gol kedua Comvalius ke gawang Mitra Kukar bisa Anda simak lewat video di atas.

Perhatikan bagaimana Comvalius memastikan arah jatuhnya bola dengan sangat tepat. Pun ia melakukannya sembari berlari dengan kecepatan tinggi. Tepat ketika bola mendarat di jalur lari, Comvalius sudah membuat kuda-kuda hendak langsung menendang. Keputusan yang hanya nampak sekilas tersebut membuat Comvalius bisa langsung menendang bola dengan laju yang cepat itu.

Hebatnya, ia mengarahkan bola ke tiang jauh. Hebat karena ia harus “membuang” badan ke kanan, supaya daya dorong kaki di permukaan bola menjadi maksimal, dan akurasi ke tiang jauh terjaga. Dibutuhkan teknik tingkat tinggi untuk melakukannya. Jika salah perhitungan, bola justru melayang, bukannya menukik sehingga sulit diantisipasi kiper lawan.

Teknik menendang yang juga sama sulitnya Comvalius tunjukkan ketika mencetak gol ke gawang Semen Padang. Simak video ini:

Perhatikan, umpan terobosan dari tengah bukan bola datar, melainkan sedikit melayang dan jatuhnya tepat di arah lari Comvalius. Celakanya, mantan pemain akademi Ajax Amsterdam itu menerima bola dengan badan menyerong, dengan gawang berada di sebelah kanan.

Setelah bola mendarat, dan dikontrol dengan baik, masalah selanjutnya yang dihadapi Comvalius adalah menemukan cara paling mudah untuk membidik gawang. Jika ingin lebih nyaman menendang, Comvalius harus “menata” bola satu kali lagi sehingga benar-benar bisa ditendang dengan kaki kiri.

Namun, Comvalius punya cara sendiri. Ia langsung menendang bola itu, tanpa kontrol kedua. Kembali, ia menaruh bola di tiang jauh, mengecoh kiper lawan. Posisi seperti itu, biasanya, akan membuat penyerang tak mementingkan arah bidikan, namun sekeras mungkin menembak bola ke gawang. Biasanya lagi, jika harus memuntir badan, bola akan diarahkan ke tiang dekat.

Yang dilakukan Comvalius adalah sesuatu yang istimewa. Menjadi contoh tingginya teknik menendang bola pemain dengan tinggi badan 189 sentimeter tersebut.