Nasional Bola

Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan

Sylvano Comvalius

Determinasi

Seperti yang sudah disinggung di atas, determinasi Comvalius berperan besar dalam proses adaptasinya. Sudah sejak muda, Comvalius menunjukkan determinasi tinggi, terutama caranya merespons kesulitan.

Pernah di suatu masa, Comvalius tak punya uang untuk pergi berlatih. Ia bukan anak muda yang pasrah dengan keadaan. Comvalius rela bekerja sebagai buruh pencuci mobil dan menjadi penjaga toko. Hasil dari kerja sampingan ia sisihkan, dan terutama sebagai ongkos untuk pergi berlatih. Fokus Comvalius adalah sepak bola.

Determinasi untuk tidak kalah dengan situasi menunjukkan ambisi besarnya. Ia tak mau kalah dengan segala sesuatu. Dan hal ini sangat terlihat di atas lapangan. Beberapa gol yang ia cetak tak dilalui dengan proses yang cantik. Beberapa gol berasal dari kemauan kerasnya untuk selalu menang, bahkan ketika situasi tak menguntungkan. Simak video di bawah ini:

Perhatikan gol pertama Comvalius ke gawang Joice Sorongan. Dari sisi kanan, Irfan Bachdim berusaha mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti. Namun, Bachdim tak menendang bola dengan sempurna. Bola justru melambung tinggi, meskipun memang masuk ke kotak penalti. Bola lambung seperti itu merupakan makanan empuk untuk kiper.

Perhatikan bagaimana Comvalius terus mengarahkan matanya menyasar kepada bola. Untuk situasi tersebut, boleh dikata, 90 persen bola akan menjadi milik kiper. Namun Comvalius tak setuju dengan pendapat tersebut. Berbekal lari jarak pendek, Comvalius melompat, mendekatkan kepalanya ke kepalan tangan kiper. Dan hebatnya, dengan determinasi tinggi, Comvalius memenangi duel itu.

Determinasi seperti ini yang justru sangat dibutuhkan seorang penyerang di Liga Indonesia. Beberapa kali, sebuah tim akan bermain di stadion dengan rumput lebih menyerupai lapangan upacara. Di tengah situasi itu, seorang penyerang tak melulu mendapatkan suplai bola yang “memanjakan”. Duel dengan situasi harus bisa dimenangkan seorang penyerang.