Eropa Lainnya

Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa

Antara Iberia dan Brasilia

Setelah bermukim lebih dari enam tahun, Deco mendapat paspor Portugal. Ia berada di persimpangan jalan, bahkan cacian lantaran harus berpikir dua kali untuk memperkuat timnas Brasil. Namun memang, keterikatan Deco dengan Portugal sangat kuat. Lewat darah kakeknya yang orang Portugal dan lewat segala kesuksesan yang ia rasakan.

Prasangka dan opini yang sinis mewarnai media-media di Brasil perihal kemungkinan Deco bermain untuk Portugal. Dari dalam skuat timnas Portugal sendiri, pembelaan datang secara halus. Luis Figo sempat berujar, “Jika kamu orang Cina, maka kamu bermain untuk timnas Cina.” Deco memang orang Portugal, apabila merujuk kepada paspornya setelah mukim enam tahun.

Luiz Felipe Scolari, pelatih timnas Portugal, bergerak cepat. Tertanggal 23 Maret 2003, Scolari memasukkan nama Deco ke dalam skuat Portugal untuk pertandingan persahabatan. Lawan Portugal kala itu adalah Brasil! Luar biasanya, di tengah laga yang panas, hingga Roberto Carlos mendapat kartu merah, Deco mencetak gol kemenangan.

Ia mengeksekusi tendangan bebas dari sisi kiri gawang. Di tengah himpitan argumentasi, cercaan, hinaan, dan makian, dengan wajah begitu dingin, ia mengarahkan bola ke pojok bawah gawang. Mental yang luar biasa kokoh. Deco tak melakukan selebrasi, ia hanya mengangkat kedua tangannya. Entah sebagai tanda “Sudahi pertentangan” atau menjadi pernyataan “Inilah aku, hormati aku!”.

Rasa cinta yang datang perlahan, menjadi ikatan yang terbukti kuat. Deco jatuh hari dengan Portugal, negara yang pernah membuangnya, negara yang pernah memujinya setinggi langit. Di tengah situasi tak menentu itu, cinta lahir. Karena terbiasa, cinta menjadi ada. Dan Deco tak berpikir dua kali untuk mengikrarkan cinta untuk Selecao das Quinas.

Selamat ulang tahun Deco. Di tengah ketidaksempurnaan kariernya, nama Deco tetap akan diingat bersama-sama, di tengah barisan gelandang terbaik di dunia. Il mago, dengan warna Selecao.

Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen