
- FC Vaduz (Swiss)

Tidak banyak yang mengetahui negara Liechtenstein. Negara kecil ini berada di dalam wilayah Swiss, sehingga beberapa urusan kenegaraan Liechtenstein pun masih mengikut ke negara tetangganya itu. Klub sepak bola terbesar di negara liliput tersebut, FC Vaduz, berkompetisi di Liga Swiss sejak musim 2001/2002.
Berbeda dengan Swansea City di Liga Inggris atau AS Monaco di Liga Prancis, FC Vaduz hanya berstatus sebagai klub tamu di Liga Swiss. Klub itu tidak berhak berkompetisi di Piala Swiss, tetapi di Piala Liechstenstein. Jika suatu saat sukses menjuarai Liga Swiss, mereka juga tidak berhak menjadi wakil Swiss di kompetisi antarklub Eropa.
- Wellington Phoenix (Australia)

Hampir sama dengan klub-klub Kanada, klub sepak bola di Selandia Baru juga harus mencari atmosfer kompetitif ke kompetisi tetangga sebelah yang jauh lebih maju. Kurang mengakarnya budaya sepak bola di Selandia Baru, membuat Wellington Phoenix bergabung dengan Liga Australia (A-League).
Klub kota Wellington ini rela mengemis lisensi dari Federasi Sepak Bola Australia untuk bergabung dengan liga negara tersebut sejak klub tersebut berdiri pada tahun 2007. Sampai sekarang, Phoenix adalah satu-satunya wakil Selandia Baru di Liga Australia sejak New Zealand Knights bubar pada tahun 2005.
Author: Mahir Pradana (@maheeeR)
Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku ‘Home & Away’