
- Albirex Niigata Singapore, Etoile FC (Singapura)

Singapura terkenal sebagai negara-kota tempat perusahaan-perusahaan multinasional berkantor, sehingga wajar jika ribuan pekerja asing atau ekspatriat tinggal di sana. Ini ikut berdampak pada dunia sepak bola Singapura. Terhitung, sudah ada tujuh klub-klub asing yang ikut berkompetisi di Liga Singapura atau S-League.
Yang paling fenomenal adalah Etoile FC. Klub ini bermaterikan warga Eropa, kebanyakan warga asal Prancis, yang menjadi pelatih sekaligus pemain klub tersebut. Disebut fenomenal karena klub ini hanya berdiri dua tahun, yaitu pada tahun 2010 hingga 2012. Namun, pada musim pertama mereka sukses menjuarai S-League pada tahun 2011.
Satu klub lain adalah Albirex Niigata. Klub ini bisa dibilang cabang dari klub yang sama yang sudah eksis di Jepang sejak tahun 1955. Sejak tahun 2004, mereka mendirikan Albrirex Niigata yang khusus untuk berkompetisi di S-League.
- DPMM FC dan Lions XII (Malaysia)

Liga Malaysia sebagai salah satu liga terbaik di Asia ternyata mengundang ketertarikan klub-klub negara-negara tetangga mereka untuk menjajal atmosfer kompetisi mereka. Dua klub tersebut adalah Duli Pengiran Muda Mahkota (DPMM) FC asal Brunei Darussalam dan Lions XII asal Singapura.
DPMM FC yang menguasai Liga Brunei sejak tahun 2000, memutuskan untuk pindah ke Liga Malaysia pada periode 2005 hingga 2009. Mereka sempat pindah ke Liga Singapura (S-League) sebelum federasi sepak bola Brunei terkena sanksi FIFA.
Sedangkan Lions XII adalah proyek khusus federasi sepak bola Singapura yang mengirim pemain-pemain U-23 mereka untuk berkompetisi di Malaysia. Sayang, klub yang melahirkan nama-nama seperti Shahril Ishak dan Baihakki Khaizan ini harus bubar pada tahun 2015.