Pemantul andal

Seperti yang saya katakan di paragraf sebelumnya, Kalinić bisa difungsikan sebagai pemantul. Ia memenangkan 41,6 persen duel udaranya (rata-rata 1,6 duel per pertandingan) dan membuat 32 umpan kunci yang dilakukan melalui pantulan dari kaki maupun kepalanya.
Dengan formasi 4-3-3 yang diusung Vincenzo Montella, Kalinić bisa menjadi opsi yang tepat untuk ditempatkan sebagai penyerang sentral, diapit oleh dua penyerang sayap yang kemungkinan akan diisi André Silva dan Suso. Posisinya sebagai pemain nomor 9 dapat mengkibatkan kubu lawan memainkan blok pertahanan rendah sehingga memudahkan Milan menguasai lapangan tengah.
Kalinić juga akan membuat Milan selalu memiliki pemain yang menjadi tujuan umpan di daerah pertahanan lawan. Ini yang sudah lama tidak dimiliki Milan. Sejak Filippo Inzaghi pensiun, belum ada lagi penyerang tengah murni yang sanggup mengemban tugas sebagai ujung tombak dengan jaminan gol.
Baca juga: Baju Kering Filippo Inzaghi
Carlos Bacca sempat melakukannya di musim pertama, namun musim keduanya tidak berjalan lancar. Kalinić, dengan usianya yang sudah matang dan kualitas yang telah ia tunjukkan di Fiorentina, diharapkan dapat mengulang kesuksesan Bacca di musim perdananya di San Siro, serta bernasib lebih baik dari kuartet penyerang mandul: Klaas-Jan Huntelaar, Marco Borriello, Mattia Destro, dan Fernando Torres.