Eropa Inggris

Wayne Rooney (Mungkin) Bernasib Lebih Baik dari Kaka

Ketika Ricardo Kaka kembali ke AC Milan pada September 2013, semua orang menyangka bahwa gelandang serang asal Brasil tersebut akan mengakhiri kariernya di sana. Karena sebelum akhirnya hengkang ke Real Madrid pada tahun 2009, Kaka punya banyak kenangan manis di sana. Lima gelar bergengsi berhasil Kaka persembahkan untuk Milan, termasuk gelar Liga Champions ketujuh untuk tim kota mode tersebut.

Kaka langsung mendapatkan segala sesuatu yang ia tinggalkan di Milan. Cinta dari para penggemar dan nomor punggung lama miliknya, ditambah kala itu ia juga ditunjuk sebagai wakil kapten tim. Musim yang ia jalani pun tidak begitu buruk. Kaka tampil di 30 pertandingan dan mencetak tujuh gol.

Sayang, ternyata plot cerita tidak sesuai yang dibayangkan pada awalnya. Alih-alih mengakhiri kariernya di Milan, melalui kesepakatan bersama, Kaka hengkang dari Milan. Ia kemudian mendarat di Major League Soccer (MLS) dan bergabung dengan Orlando City.

Tidak semua pemain beruntung bisa berkarier di satu klub hingga pensiun. Beberapa pemain seperti John Terry, Gennaro Gattuso, dan Steven Gerrard mesti pergi dari kesebelasan yang mereka cintai karena alasan yang biasanya adalah peremajaan skuat. Kelebihan tersebut juga sama nilainya dengan bisa kembali ke klub yang dicintai dan pensiun di sana. Dan hanya sedikit sekali yang bisa melakukan hal tersebut. Salah satunya adalah Wayne Rooney.

Setelah lebih dari satu dekade membela Manchester United, Rooney kemudian kembali ke Everton. Mendaratnya Rooney begitu emosional. Para penggemar menyambut kembali pahlawan mereka, yang pergi sebagai bocah kemudian datang kembali sebagai pria yang lebih dewasa dan matang. Debutnya ditandai dengan sebuah gol yang hampir serupa dengan gol profesional perdananya ke gawang Arsenal yang melegenda itu.

Di partai perdana Liga Primer Inggris-nya setelah kembali ke Everton pun ditandai dengan sangat spesial. Rooney mencetak gol semata wayang tim berjuluk The Toffes tersebut ke gawang Stoke City. Anda yang bukan pendukung Everton atau Manchester United pun sepertinya cukup ikut senang ketika Rooney mencetak gol akhir pekan lalu. Apalagi ekspresi Rooney ketika melakukan selebrasi semakin membuat segala sesuatunya menjadi mengharukan.

Terutama di era sepak bola modern yang selalu menuntut hasil terbaik, bisa bertahan di satu klub hingga pensiun adalah sesuatu hal yang bisa dibilang sebuah kemewahan. Apalagi bisa diterima untuk bermain kembali di kesebelasan yang dicintai.

Secara raihan gelar, Kaka dan Rooney sama-sama sudah meraih gelar di tahapan yang sama. Mereka punya gelar kompetisi liga dan piala domestik, dan juga tentunya gelar Liga Champions. Yang berbeda adalah, Rooney bisa saja mendapatkan akhir karier yang berbeda dari Kaka. Bahkan lebih baik. Dalam artian, andai terus bertahan di Everton hingga akhir kariernya, Rooney bisa saja mendapatkan waktu berhenti yang sangat diidam-idamkan para pesepak bola lain: bisa pensiun di kesebelasan yang dicintai.

Author: Aun Rahman (@aunrrahman )
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia