

Yanto Basna
Ketika Yanto Basna berhasil membawa Mitra Kukar menjadi juara di Piala Jenderal Sudirman 2015, dinobatkan sebagai pemain terbaik, lalu bergabung dengan Persib Bandung, banyak pihak menganggap bahwa ia sudah menyegel satu tempat di skuat Indonesia untuk SEA Games kali ini.
Inkonsistensi bisa jadi alasan yang membuat Luis Milla tidak memanggilnya di skuat terakhir jelang keberangkatan. Di hari terbaiknya, Basna bisa jadi sangat tangguh bahkan untuk para penyerang asing sekalipun. Tetapi ketika sedang tidak bagus, ia sering melakukan kesalahan tidak perlu di lini pertahanan.

Bagas Adi Nugroho
Pada awalnya, Bagas selalu dipasang oleh Luis Milla di banyak uji tanding Timnas U-22 jelang berangkat ke Malaysia. Ia merupakan salah satu pemain bertahan yang mampu membaca permainan dengan baik meskipun usianya masih belia. Sayangnya, Bagas terlalu sering melakukan tekel sehingga berisiko membuat tim berada di posisi sulit, seperti yang terjadi di uji tanding perdana Timnas U-22 melawan Myanmar.

Reva Adi Utama
Tidak dipanggilnya Reva bisa jadi salah satu keputusan yang agak membingungkan. Penampilannya bersama PSM Makassar di Go-Jek Traveloka Liga 1 musim ini begitu mengesankan. Reva tidak canggung meski dipasangkan dengan para pemain bertahan senior seperti Hamka Hamzah dan Zulkifli Syukur. Apalagi, pengalamanya menimba ilmu di Malaysia membuat bek kelahiran 1 Januari 1997 ini memiliki nilai tersendiri.