Brighton & Hove Albion
Klub yang dibentuk pada 1901 silam, pernah menikmati ketatnya kompetisi tertinggi di Inggris pada medio 1979-1983. Bahkan pada tahun 1983 tersebut, mereka mencapai laga puncak Piala FA namun dikalahkan oleh Manchester United. Sepertinya 1983 adalah akhir dari masa indah Brighton, sesudahnya mereka terdegradasi dan baru bisa kembali lagi tahun ini.
Debut The Seagulls di Liga Primer Inggris bakal memperoleh ujian berat pada awal kompetisi. Kedatangan Manchester City yang terkenal tancap gas di masa pembuka, bisa menjadi pil pahit pertama yang mereka rasakan. Setelahnya, tim yang bermarkas di Stadion Falmer harus menjalani tiga laga tandang dan hanya satu kali bermain di rumah sendiri. Itu pun harus menjamu West Bromwich Albion yang dikawal bek dengan poin tertinggi kedua di FPL (Dengan harga maskimum 5.0 juta), Gareth McAuley.
Kedatangan kiper baru Matthew Ryan (4,5 juta) dari Valencia menjadi opsi menarik pada lini pertahanan Brighton. Ryan mencatatkan 26 kali bermain dan 11 kali menjaga gawangnya perawan pada masa pinjamannya di KRC Genk, musim lalu. Kemudian nama Shane Duffy (4,5 juta) muncul sebagai pilihan bek murah, mengingat postur 193cm yang ia miliki menunjang catatan memenangi duel areanya yang mencapai 6,1 tiap laga (tertinggi di klub). Tidak sampai di situ, Duffy juga hanya mengoleksi lima kartu kuning dari 31 kali perandingan. Aman dari minus poin, bukan?
Dari barisan lini tengah, dua pemain sayap mereka berperan signifikan dalam serangan tim. Anthony Knockaert (6,0 juta) dan Sam Baldock (5,0 juta) menjadi nama yang patut anda intip tiap minggunya, karena mereka membukukan 26 gol dan 12 asis serta melepaskan tembakan sebanyak 2,4 dan 2 kali tiap pertandingan bagi The Seagulls. Sementara itu nama baru seperti Pascal Gross (5,5 juta) dan Davy Proepper (5,5 juta) dapat menjadi opsi untuk beberapa pekan ke depan. Mengingat, ini musim perdana mereka di Liga Primer setelah melalui tahun yang tidak mengesankan di Ingolstadt dan PSV Eindhoven.
Untuk tumpuan mencetak gol, Brighton mengandalkan penyerang mereka yang sudah berumur namun masih bertaji, Glenn Murray (6,0 juta). Meski umpan suksesnya hanya 59% tiap laga, namun ia adalah penyelesai akhir yang bagus. 23 Gol dengan 2,4 kali melepaskan tendangan ke gawang pada tiap laga (bandingkan dengan statistik Knockaert dan Baldock)
Data diolah dari: Whoscored