Nasional Bola

Rangga Muslim: Seperti Krecek di Atas Seporsi Gudeg PSIM Yogyakarta

Namanya sudah menyita perhatian sejak lulus dari Tunas Jogja dan bergabung dengan PSIM Yogyakarta. Pemain mungil ini berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat, bermain penuh kebahagiaan di setiap pertandingan dan menjadi bagian penting Laskar Mataram. Rangga Muslim Perkasa, di kakinya, bola diajak menari.

Pemain kelahiran 13 Mei 1994 ini sudah menjadi kepingan penting bagi skema bermain Erwan Hendarwanto, pelatih PSIM. Di atas kertas, Rangga Muslim berposisi sebagai gelandang serang sebelah kiri. Ia memanfaatkan luasnya ruang di sisi kiri untuk menunjukkan kelebihannya. Sebagai pemain dengan postur kecil, kecepatannya menjadi maksimal.

Pemain bernomor punggung 15 ini juga jeli ketika menguasai bola. Penguasaannya tak mudah direbut oleh lawan. Low center of gravity membuat Rangga Muslim menjadi lebih cekatan ketika mengubah arah menggiring bola.

Pemain sepak bola dengan low center of gravity menjadikannya lebih mudah menurunkan kecepatan lari, bergeser untuk mengantisipasi perubahan posisi lawan dan menaikkan kecepatannya dalam sekejap. Dengan aspek ini, Rangga Muslim tak mudah dikejar lawan. Jika ia jatuh, biasanya karena lawan sampai harus melakukan tekel.

Rangga Muslim tahu betul kekuatan dirinya. Ia sering melebar terlebih dahulu ketika PSIM tengah membangun serangan dari bawah. Ketika bola mencapai tengah lapangan, ia akan berlari-lari kecil masuk ke tengah lapangan, dan membuat bek kiri PSIM mendapat ruang untuk naik menyerang. Pergeseran posisi Rangga membuatnya mendapatkan ruang lebih di dekat lingkaran tengah.

Ketika menerima bola vertikal, Rangga bisa menerimanya dengan baik, bahkan ketika lawan menempelkan badannya. Meski kecil, terkadang, ia bisa menahan dorongan pemain lawan dari arah belakang. Ia menancapkan kaki dan sedikit menekuk badan ketika menerima bola. Lawan yang mendorong badannya, justru berada dalam posisi rugi.

Jika Rangga Muslim berkelit dengan bola, pemain lawan yang menempelkan badannya justru akan terdorong ke depan. Momen satu detik ini bisa dimanfaatkan Rangga Muslim untuk melewati lawan. Dan biasanya, lawan yang terlambat merespons perubahan arah, akan melanggar Rangga Muslim dengan menjulurkan kaki.

Selain kecerdikannya memanfaatkan terjangan lawan, Rangga Muslim juga efisien dengan aksi menggiring bola. Memang, sekilas, ia sangat sering membawa bola. Namun jika diamati lebih jauh, Rangga Muslim melakukannya dengan tujuan yang jelas.

Misalnya ketika melawan Madiun Putra pada Rabu (9/8) kemarin. Di awal pertandingan, Rangga Muslim menerima bola di dekat lingkaran tengah. Di depannya ruang cukup terbuka untuk menggiring bola. Namun, pemain berusia 23 tahun ini justru melepaskan umpan terobosan ke arah Krisna Adi di sisi kiri, dekat kotak penalti Madiun Putra.

Pemain Madiun, yang sebelumnya mengambil jarak untuk antisipasi penetrasi dengan giringan justru menciptakan ruang bagi Rangga Muslim untuk melepas umpan. Aksi sekejap ini menunjukkan visinya. Rangga Muslim paham kapan harus menggiring bola, menahannya atau melepaskan umpan cepat.

Oleh sebab itu, meski hampir semua pemain PSIM punya teknik umpan pendek yang bagus, kemampuan Rangga Muslim menghadirkan elemen serangan yang berbeda. Sebuah variasi yang bisa dimanfaatkan coach Erwan untuk membuat bingung lawan.

Jika ditekan secara intensif, Rangga Muslim memanfaatkan terjangan lawan untuk mendapat pelanggaran. Jika diberi ruang, penetrasinya berbahaya. Jika diberi kesempatan, ia bisa melepaskan umpan dengan seleksi yang menguntungkan. Tipe pemain yang akan semakin berbahaya ketika banyak bermain di sepertiga akhir lapangan.

Meski bertubuh kecil, Rangga Muslim diberkahi dengan stamina yang memuaskan. Ia bisa menyelesaikan hampir semua pertandingan. Jika diganti di pengujung pertandingan, biasanya menit 80 ke atas dan tujuannya adalah untuk mengulur waktu atau demi perubahan skema pertandingan coach Erwan.

Jadi, aman untuk ditegaskan bahwa Rangga Muslim adalah pemain kunci PSIM.

Kualitasnya sudah tersiar di Indonesia. Salah satu rival PSIM di Liga 2, Persebaya Surabaya, sudah menyatakan secara terbuka, ingin meminang Rangga Muslim. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta ini juga sudah diminati beberapa klub dari Liga 1. Sebuah pengakuan akan potensi yang masih disimpan Rangga Muslim.

***

Rangga Muslim, yang berasal dari Bima, memberi warna untuk skuat PSIM Yogyakarta. Selain Rangga, masih ada Ayub Anto Morait yang berasal dari Papua. Perbedaan suku justru dirayakan dengan kebersamaan dan kedekatan yang terjalin dengan hangat.

Seperti gudeg, yang dalam satu porsinya dibangun oleh beberapa elemen, dari nangka muda, ayam suwir, hingga telur bacem. Dan salah satu elemen yang menyenangkan adalah krecek. Seperti Rangga Muslim, kecil saja dengan pedas yang menyenangkan, memberi keragaman rasa di tengah dominasi manis dan gurih. Seperti krecek, Rangga Muslim akan selalu dicari.

 

Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen