
Tentang Natxo
Cuaca hangat Alicante di Spanyol sana menjadi saksi bagaimana Insa bersaudara memulai karier sepak bola mereka sejak kanak-kanak. Keduanya bisa bermain di posisi gelandang, namun berbeda tipe. Apabila Kiko lebih senang bertahan bahkan bisa dimainkan di posisi bek tengah, Natxo merupakan gelandang dengan tipe playmaker.
Berbeda dengan Kiko yang merupakan hasil produk pembinaan usia muda tim medioker Spanyol seperti Albacete, Natxo menimba ilmu sepak bolanya di Valencia CF. Ia mendapatkan debut bersama tim senior Valencia pada tahun 2006 dalam sebuah laga uji tanding melawan Fenerbache. Tercatat Natxo hanya dua kali berlaga untuk Valencia di ajang kompetitif. Yaitu laga Liga Champions tahun 2006 melawan AS Roma. Masih di tahun yang sama, ia juga bermain di partai La Liga perdananya ketika Valencia berhadapan dengan Real Sociedad.
Selama di Valencia, Natxo lebih banyak dipinjamkan atau bermain di level tim cadangan. Ketika ia hijrah ke Villarreal pun demikian, ia lebih banyak bermain untuk tim Villarreal B yang berlaga di Divisi Segunda. Kemampuannya kemudian membuat Celta Vigo mendaratkannya.
Bisa jadi ini adalah masa terbaik dalam karier Natxo. Ia berhasil membawa Celta promosi ke Divisi Primera dan tampil terus di La Liga musim selanjutnya. Ia mencetak dua gol ketika Celta berhasil menahan imbang Barcelona di La Liga musim 2012/2013, di hari yang sama ketika Lionel Messi mencatatkan rekor mencetak gol ke gawang seluruh tim yang ia hadapi di kompetisi level tertinggi sepak bola Spanyol.
Natxo kemudian bertualang di Turki bersama Antalyaspor, namun hanya bertahan semusim hingga ia kemudian kembali ke Spanyol dan memperkuat tim-tim seperti Zaragoza, Alcorcon dan Levante. Hingga pada Januari 2017 lalu, Natxo resmi menjadi bagian dari kesebelasan asal Malaysia, Johor Darul Takzim.
Bila ada yang bertanya mengapa Insa bersaudara bisa langsung mendapatkan kewarganegaraan Malaysia, sebabnya ternyata, mereka berdua memiliki leluhur yang lahir di Sabah, Malaysia. Sehingga mereka tidak memerlukan waktu lama untuk bisa mendapatkan paspor Malaysia. Insa bersaudara mendapatkannya dengan proses yang tidak seperti Cristian Gonzales atau Herman Dzumafo, yang mesti tinggal bertahun-tahun terlebih dahulu sampai akhirnya mendapatkan paspor Indonesia.
Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia